Cirebon Bae Lifestyle Viralpedia Wisata dan Kuliner

Jangan Asal Datang! Perhatikan 11 Adab Ini saat Berkunjung ke Rumah Saudara di Hari Raya

Mohammad Maulana Iqbal • 2026-03-20 19:05:36
Ilustrai adab bertamu saat Idul Fitri (Freepik)
Ilustrai adab bertamu saat Idul Fitri (Freepik)

JawaPos.com - Idul Fitri merupakan momen spesial yang paling ditunggu untuk mempererat tali silaturahmi dengan mengunjungi sanak saudara.

Di balik kemeriahan Lebaran, menjaga adab saat bertamu adalah hal yang sangat penting. Islam telah mengatur etika berkunjung agar tuan rumah merasa dihormati dan senang menyambut kita.

Namun pada kenyataannya, belum semua orang memahami pentingnya etika ini agar kunjungan berjalan lancar. 

Melansir dari NU Online Jombang dan Dompet Dhuafa pada Jumat (20/3), terdapat sebelas adab bertamu saat Idul Fitri yang harus diperhatikan agar suasana silaturahmi tetap hangat, nyaman, dan penuh kesan.

Baca Juga: 5 Tips Sehat dan Aman Selama Mudik Lebaran agar Perjalanan Lancar Tanpa Hambatan

1. Niatkan Kunjungan dengan Tulus dari Dalam Hati

Setiap kunjungan hendaknya dimulai dari niat yang murni dan baik tanpa pamrih apapun.

Niat tersebut bisa berupa keinginan untuk berbakti kepada orang tua atau mempererat tali silaturahmi dengan sesama.

Membahagiakan orang yang dikunjungi juga merupakan salah satu niat mulia yang sangat dianjurkan dalam ajaran Islam.

2. Pilih Waktu yang Tepat untuk Berkunjung

Hindari datang ke rumah seseorang saat jam istirahat siang atau ketika mereka baru pulang dari perjalanan panjang.

Sebaiknya buat janji terlebih dahulu agar tuan rumah bisa mempersiapkan diri sebelum menerima kedatangan kamu.

Memilih waktu yang pas menunjukkan bahwa kamu menghargai kenyamanan dan kesibukan orang yang akan dikunjungi.

3. Ucapkan Salam dan Minta Izin Sebelum Masuk

Saat tiba di depan rumah seseorang, langkah pertama adalah mengucapkan salam kepada penghuni rumah tersebut.

Islam melarang seseorang masuk ke rumah orang lain tanpa terlebih dahulu meminta izin kepada pemiliknya.

Mengucapkan salam dan meminta izin adalah bentuk doa sekaligus penghormatan tulus kepada sang tuan rumah.

4. Jaga Sikap Sopan dan Tutur Kata yang Baik

Duduklah di tempat yang telah dipersilakan dan hindari mengamati isi rumah secara berlebihan saat berkunjung.

Jangan mengucapkan perkataan atau candaan yang bisa menyinggung perasaan tuan rumah maupun anggota keluarganya.

Momen silaturahmi seharusnya diisi dengan obrolan yang mempererat hubungan, bukan justru menimbulkan kesalahpahaman yang tidak perlu.

5. Jangan Terlalu Lama, tapi Juga Jangan Tergesa-gesa

Kunjungan yang terlalu singkat bisa terkesan tidak menghargai, namun berlama-lama pun bukan hal yang dianjurkan.

Perhatikan kondisi tuan rumah; jika mereka terlihat sibuk atau menerima banyak tamu, segera pamit dengan sopan.

Rasulullah menganjurkan batas maksimal menginap di rumah orang lain adalah selama tiga hari saja.

6. Hargai Hidangan yang Disajikan Tuan Rumah

Tuan rumah biasanya menyiapkan berbagai hidangan spesial seperti ketupat, opor ayam, atau aneka kue kering.

Tujuan berkunjung bukanlah semata-mata untuk menikmati hidangan gratis yang disediakan oleh tuan rumah.

Jika tidak bisa menghabiskan semua sajian, cukup mencicipinya sebagai wujud penghargaan dan niat mencari keberkahan.

7. Kunjungi Semua Orang tanpa Memandang Status Sosial

Jangan memilah-milih orang yang akan dikunjungi berdasarkan kekayaan, jabatan, atau status sosial ekonominya.

Dalam tradisi yang berlaku, yang lebih muda dianjurkan untuk lebih dulu mendatangi yang lebih tua.

Silaturahmi sejati tidak mengenal perbedaan dan justru menjadi jembatan untuk menyatukan semua kalangan masyarakat.

8. Usahakan Membuat Tuan Rumah Merasa Senang dan Bahagia

Bersikaplah hangat, ramah, dan penuh perhatian agar tuan rumah merasa senang menerima kehadiran kamu.

Bahkan dalam kondisi sedang berpuasa sunah sekalipun, kamu diperbolehkan berbuka jika itu menyenangkan hati tuan rumah.

Kebahagiaan tuan rumah adalah salah satu tanda bahwa kunjunganmu membawa manfaat dan keberkahan yang nyata.

9. Tidak Memamerkan Kekayaan saat Berkunjung

Kunjungan silaturahmi bukan ajang untuk memperlihatkan kemewahan harta atau pencapaian yang kamu miliki.

Penampilan yang sederhana dan bersahaja justru akan membuat suasana kunjungan terasa lebih hangat dan nyaman.

Pamer kekayaan hanya akan membuat tuan rumah merasa tidak nyaman atau bahkan rendah diri tanpa alasan.

10. Membawa Bingkisan sebagai Tanda Perhatian yang Tulus

Membawa oleh-oleh atau bingkisan kecil bisa menjadi cara yang menyenangkan untuk mengungkapkan perhatian kepada tuan rumah.

Bingkisan tidak harus mahal; yang terpenting adalah niat tulus untuk membahagiakan keluarga yang dikunjungi.

Namun perlu diingat, tidak membawa bingkisan pun bukan halangan untuk tetap menjalin silaturahmi yang bermakna.

11. Laki-Laki Sebaiknya Tidak Berkunjung Sendirian ke Rumah Perempuan

Seorang laki-laki sebaiknya tidak datang berkunjung seorang diri ke rumah perempuan yang bukan mahramnya.

Ajaklah istri atau anggota keluarga lainnya agar kunjungan tetap terjaga dari hal-hal yang tidak diinginkan.

Menjaga batasan ini adalah bentuk tanggung jawab moral sekaligus perlindungan bagi semua pihak yang terlibat.

Baca Juga: Hati-Hati, Ini 12 Penyakit yang Sering Menyerang Kamu Usai Lebaran

Editor : Candra Mega Sari
#silaturahmi #idul fitri #adab