Cirebon Bae Lifestyle Viralpedia Wisata dan Kuliner

Hati-Hati, Ini 10 Frasa Umum yang Sering Dipakai Orang yang Suka Berbohong

Aunur Rahman • Senin, 28 Juli 2025 | 19:00 WIB
Ilustrasi orang yang sering berbohong (Dok. Freepik)
Ilustrasi orang yang sering berbohong (Dok. Freepik)

JawaPos.com - Ketika berinteraksi dengan berbagai individu setiap hari, kita pasti pernah berhadapan dengan situasi di mana kebenaran informasi terasa samar. Terkadang ada orang yang sepertinya punya kebiasaan mengatakan hal yang tidak jujur secara terus-menerus dalam berbagai kesempatan.

Menariknya, orang-orang yang sering berbohong ini sering kali menggunakan frasa atau pola kalimat tertentu secara berulang tanpa mereka sadari sepenuhnya. Mengenali ungkapan khas ini bisa menjadi petunjuk penting untuk memahami pola komunikasi mereka lebih dalam.

Dilansir dari laman Geediting.com, berikut adalah beberapa frasa umum yang kerap mereka pakai sehari-hari. 

1. "Jujur saja..." atau "Sejujurnya..."

Frasa ini sering dipakai berlebihan untuk meyakinkan lawan bicara tentang kebenaran pernyataan mereka. Penggunaan kata "jujur" yang tidak pada tempatnya justru bisa menjadi sinyal bahwa apa yang dikatakan mungkin tidak akurat.

2. "Percayalah padaku..." atau "Demi Tuhan..."

Mereka cenderung menggunakan penekanan berlebihan untuk membangun kepercayaan palsu pada apa yang ingin disampaikan. Ungkapan ini berfungsi sebagai upaya manipulasi agar lawan bicara menerima cerita tanpa keraguan mendalam.

3. "Aku tidak pernah..." atau "Aku tidak akan pernah..."

Orang yang sering berbohong sering menggunakan penolakan mutlak untuk menyangkal tindakan atau tuduhan tertentu. Frasa ini menunjukkan kecenderungan menghindari tanggung jawab dengan menolak sepenuhnya keterlibatan mereka.

4. "Ini bukan salahku." atau "Itu bukan urusanku."

Mereka secara konsisten akan mengalihkan kesalahan atau tanggung jawab penuh kepada orang lain. Ungkapan ini menunjukkan kurangnya kemampuan mereka untuk mengakui peran diri sendiri dalam suatu masalah.

5. "Kamu salah paham." atau "Kamu tidak mengerti."

Frasa ini digunakan untuk memutarbalikkan situasi, membuat lawan bicara merasa bingung atau meragukan persepsi mereka. Tujuannya adalah menggeser fokus dari kebohongan kepada dugaan ketidakpahaman pendengar.

6. "Aku bersumpah..."

Salah satu cara mereka menguatkan cerita yang tidak benar adalah dengan mengucapkan sumpah yang tidak perlu. Janji dramatis ini bertujuan untuk meningkatkan validitas pernyataan palsu mereka di mata pendengar.

7. "Aku tidak ingat itu."

Mereka sering berpura-pura lupa detail penting atau seluruh peristiwa untuk menghindari konfrontasi. Frasa ini menjadi taktik efektif untuk mengelak pertanyaan lanjutan yang bisa membongkar kebohongan mereka.

8. "Mengapa aku harus berbohong?"

Pertanyaan retoris ini dilemparkan untuk membuat lawan bicara merasa bersalah karena curiga. Tujuannya adalah mengalihkan perhatian dari substansi kebohongan dengan menempatkan keraguan pada niat penanya.

9. "Itu cerita panjang." atau "Itu rumit."

Frasa ini digunakan sebagai alasan untuk tidak memberikan detail spesifik atau penjelasan lebih lanjut. Mereka menghindari kerumitan jika harus merangkai kebohongan dengan lebih banyak rincian.

10. "Aku sibuk." atau "Aku tidak punya waktu."

Mereka sering memakai alasan kesibukan untuk menghindari interaksi lebih lanjut atau pertemuan. Ini adalah cara nyaman untuk mengakhiri percakapan atau menghindari pertanyaan yang bisa menguak ketidakbenaran pernyataan.

Mengenali frasa-frasa umum ini bisa sangat membantu kita menavigasi interaksi sehari-hari dengan lebih bijak. Meskipun tidak semua orang yang menggunakan frasa ini adalah mereka yang sering berbohong, kesadaran akan pola tersebut dapat meningkatkan kewaspadaan kita.

Pernahkah Anda menemukan diri Anda atau orang lain menggunakan frasa-frasa ini dalam percakapan sehari-hari?

Editor : Candra Mega Sari
#pembohong #frasa #kalimat #berbohong