JawaPos.com - Kamu mungkin pernah mengalami momen saat melepas sepatu dan kaus kaki setelah seharian beraktivitas, berharap bisa bersantai, tetapi justru dikejutkan oleh bau kaki yang menyengat. Kalau kamu bertanya-tanya kenapa kaki bisa sebau itu, tenang saja kamu tidak sendirian.
Menurut Dr. Emily Wood, dokter kulit bersertifikat dari Westlake Dermatology, bau kaki terjadi karena kondisi lembab yang membuat bakteri atau jamur mudah berkembang. Kaki cenderung tertutup rapat oleh sepatu dan kaus kaki sepanjang hari, dan itu menciptakan lingkungan yang ideal bagi mikroorganisme penyebab bau. Apalagi, setiap kaki punya sekitar 250.000 kelenjar keringat, sumber utama kelembaban.
Dilansir dari laman Well and Good, berikut beberapa penyebab paling umum kaki berbau dan cara praktis mengatasinya:
Keringat yang bercampur dengan bakteri di kulit, kaus kaki, dan sepatu akan menghasilkan bau tak sedap. Kalau kamu jarang mandi, tidak mencuci kaki dengan benar, jarang mengganti kaos kaki, atau membiarkan sepatu tetap lembab, risiko bau kaki akan meningkat.
Cara mengatasinya:
Cuci kaki kamu setiap hari dengan sabun antibakteri. Kalau kamu gampang berkeringat, lakukan ini lebih dari sekali sehari. Merendam kaki dalam air hangat yang dicampur 1/2 cangkir garam selama 10-20 menit juga bisa membantu mengurangi bakteri.
Gunakan kaos kaki yang bisa menyerap keringat dan hindari memakai sepatu tanpa kaus kaki. Kalau kaki kamu basah di tengah hari, bawa kaos kaki cadangan untuk diganti. Sepatu berbahan alami seperti kulit juga lebih baik karena lebih bisa “bernapas” dibanding bahan sintetis.
2. Kondisi Hiperhidrosis (Keringat Berlebih)
Kalau kaki kamu (atau bagian tubuh lain seperti telapak tangan dan ketiak) sering berkeringat berlebihan bahkan saat sedang tidak panas atau berolahraga, bisa jadi kamu mengalami hiperhidrosis. Ini adalah kondisi medis yang disebabkan oleh sinyal saraf berlebihan pada kelenjar keringat atau masalah kesehatan lain seperti diabetes, menopause, atau gangguan tiroid.
Cara mengatasinya:
Gunakan sabun antibakteri saat membersihkan kaki dan pakai kaos kaki menyerap keringat. Kamu juga bisa mencoba antiperspirant roll-on khusus kaki setelah mandi. Kalau masih sulit dikendalikan, dokter bisa meresepkan antiperspiran berkekuatan tinggi seperti Drysol (aluminum chloride).
3. Infeksi Jamur (Athlete's Foot)
Tinea pedis, atau yang sering disebut "athlete's foot," adalah infeksi jamur umum yang biasanya menyerang kulit di antara jari-jari kaki. Gejalanya bisa berupa kulit yang lembab, mengelupas, warna kuning atau kehijauan, luka retak, serta bau menyengat. Infeksi ini lebih sering menyerang orang berusia di atas 60 tahun atau mereka yang punya kondisi medis seperti diabetes dan obesitas.
Cara mengatasinya:
Kalau kamu mengalami gejala ini, segera konsultasikan ke tenaga medis. Obat antijamur yang dijual bebas seperti Lotrimin (clotrimazole) atau Monistat (miconazole) dalam bentuk krim, salep, semprotan, atau bedak bisa membantu.
4. Infeksi Bakteri
Kalau bau kaki disertai rasa gatal, muncul lubang-lubang kecil di kulit, atau bercak putih, kamu mungkin mengalami infeksi bakteri bernama pitted keratolysis. Ini sering terjadi pada kaki yang sering basah atau berkeringat berlebihan, terutama jika kamu sering memakai sepatu yang sempit dan tertutup rapat.
Cara mengatasinya:
Infeksi ini biasanya diatasi dengan krim antibiotik seperti Cleocin (clindamycin) atau Robimycin (erythromycin), kadang dipadukan dengan antiseptik seperti benzoyl peroxide. Di rumah, kamu bisa mencegah infeksi kembali dengan mencuci kaki secara menyeluruh, memakai sepatu dan kaus kaki yang bisa bernapas, serta menggunakan antiperspiran khusus kaki.
5. Eksim pada Kaki
Eksim adalah kondisi kulit yang menyebabkan peradangan dan bercak-bercak kemerahan. Ketika menyerang kaki, jenis eksim ini dikenal dengan sebutan dyshidrotic eczema dan bisa menyebabkan bau tak sedap. Gejalanya termasuk munculnya lepuhan kecil dan rasa gatal. Kondisi ini bisa memburuk saat kamu stres, terpapar alergen seperti logam, mengalami alergi musiman, atau berada dilingkungan yang panas dan lembab.
Cara mengatasinya:
Bersihkan kaki kamu dengan sabun ringan dan oleskan pelembab yang tebal. Gunakan air hangat saat mandi, hindari deterjen pakaian yang keras, dan pilih kaus kaki dari bahan bernapas seperti katun atau sutra. Kalau pengobatan rumahan tidak cukup, dokter bisa meresepkan krim steroid atau terapi medis lainnya.
6 Produk yang Bisa Membantu Kaki Kamu Tetap Wangi dan Bersih:
1. Kaos kaki menyerap keringat: Kaus kaki olahraga berbahan sintetis seperti Hylaea No Show Running Athletic Socks membantu menyerap kelembapan.
2. Sabun antibakteri: Sabun tangan antibakteri seperti Softsoap efektif untuk mencuci kaki yang bau atau berkeringat.
3. Garam Epsom: Gunakan Dr. Teal's Epsom Salt Magnesium Soak untuk mengurangi bakteri penyebab bau.
4. Semprotan desinfektan sepatu: Coba Dr. Scholl's Odor-X Foot Odor Probiotic Spray untuk sepatu yang berbau menyengat.
5. Bedak anti jamur: Zeasorb AF antifungal powder sangat baik untuk mencegah infeksi jamur dan menjaga kaki tetap kering.
6. Antiperspirant khusus kaki: Gunakan Carpe Antiperspirant Foot Lotion untuk mengontrol keringat berlebih.