JawaPos.com – Bau badan, terutama di area ketiak, bisa menjadi masalah yang mengganggu rasa percaya diri. Meski belum ada pedoman resmi tentang cara terbaik mengatasinya, perawatan bau ketiak bisa disesuaikan dengan penyebab dan tingkat keparahannya.
Dilansir dari Healthline, Berikut ini beberapa cara yang bisa dilakukan, baik untuk mengatasi maupun mencegah ketiak bau.
1. Jika Bau Ketiak Disebabkan oleh Kebersihan
Kebersihan yang kurang baik adalah salah satu penyebab utama ketiak bau. Menjaga kebersihan kulit dapat membantu mengendalikan pertumbuhan bakteri yang memicu bau tak sedap.
- Mandi dengan sabun antibakteri
Mulailah dengan mandi setiap hari menggunakan sabun antibakteri, antimikroba, atau yang mengandung fungisida untuk membersihkan kulit secara menyeluruh. - Gunakan deodoran atau antiperspirant
Setelah mandi, gunakan deodoran atau antiperspirant yang dijual bebas (OTC). Antiperspirant bekerja dengan mengurangi produksi keringat dengan cara menyumbat sementara pori-pori yang mengeluarkan keringat. Deodoran tidak menghentikan produksi keringat, tapi membantu menetralisir bau dengan membuat kulit menjadi lebih asam, sehingga bakteri sulit berkembang.
Perlu diingat bahwa tiap orang bisa cocok dengan jenis produk yang berbeda. Cobalah beberapa merek hingga menemukan yang paling efektif untukmu.
2. Jika Bau Ketiak Disebabkan oleh Hiperhidrosis
Jika ketiak bau disertai dengan produksi keringat berlebih dan deodoran biasa tidak efektif, mungkin kamu mengalami kondisi yang disebut hiperhidrosis. Dalam kasus ini, konsultasi dengan tenaga medis sangat dianjurkan. Beberapa perawatan medis yang bisa dipertimbangkan:
- Suntikan Botox
Injeksi Botox di area kelenjar keringat dapat mengurangi produksi keringat dan bau ketiak. Ini adalah salah satu perawatan umum untuk hiperhidrosis. - Perawatan laser atau terapi energi
Metode seperti laser, radiofrekuensi, elektroakupunktur, atau terapi microwave dapat menghancurkan folikel rambut dan kelenjar keringat apokrin yang menyebabkan bau. - Tindakan bedah
Untuk kasus berat (bromhidrosis), dokter mungkin menyarankan prosedur bedah seperti eksisi lokal, eksisi radikal, atau liposuction untuk mengangkat kelenjar penyebab bau.
Tenaga medis akan membantu menyesuaikan pilihan perawatan yang aman, efektif, serta memberikan informasi tentang risiko dan biayanya.
3. Cara Mencegah Bau Ketiak
Lebih baik mencegah daripada mengobati. Berikut langkah-langkah pencegahan yang bisa kamu lakukan:
- Mandi secara rutin, terutama setelah berkeringat
Mandi setelah berolahraga atau aktivitas berat penting untuk menghilangkan bakteri dan keringat penyebab bau. - Gunakan pakaian longgar dan berbahan menyerap keringat
Pilih bahan seperti katun, linen, atau kain yang menyerap kelembapan. Hindari pakaian ketat berbahan sintetis. - Cukur atau waxing bulu ketiak
Studi tahun 2015 menemukan bahwa mencukur atau waxing ketiak dapat secara signifikan mengurangi bau, karena proses pembersihan jadi lebih efektif. - Kelola stres
Stres memicu produksi keringat oleh kelenjar tertentu. Dengan mengelola stres dan kecemasan, kamu bisa mengurangi respons tubuh terhadap pemicu keringat berlebih.
Bau ketiak memang bisa menjadi masalah, tapi ada banyak cara untuk mengatasinya. Dari perawatan dasar seperti menjaga kebersihan dan memakai deodoran, hingga opsi medis untuk kasus hiperhidrosis, semua bisa disesuaikan dengan kebutuhanmu.
Jika bau ketiak terasa tak kunjung membaik meski sudah mencoba berbagai cara, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter agar mendapatkan penanganan yang tepat.
(*)
Editor : Siti Nur Qasanah