Cirebon Bae Lifestyle Viralpedia Wisata dan Kuliner

Rahasia Pink Noise dan Brown Noise: Suara Ajaib yang Bisa Bikin Rileks dan Fokus!

Arsyad Dena Mukhtarom • Senin, 21 April 2025 | 18:05 WIB

Ilustrasi pink noise dan brown noise (Dok. VeryWellMind/Theresa Chiechi)
Ilustrasi pink noise dan brown noise (Dok. VeryWellMind/Theresa Chiechi)
JawaPos.com - Tak heran kalau video white noise di YouTube ditonton berjuta-juta kali setiap hari. Suara gemuruh kipas angin atau suara statis radio kerap jadi andalan banyak orang untuk tenang, terutama saat mau tidur. Namun, ternyata selain white noise, ada juga pink dan brown noise yang punya frekuensi berbeda dan efek unik bagi otak.

Dilansir dari verywellmind.com pada Senin (21/04), berikut adalah pengertian pink dan brown noise serta bagaimana keduanya memengaruhi kondisi otak. Kita akan kupas perbedaan frekuensi, manfaat untuk relaksasi dan tidur, sampai potensinya dalam meningkatkan fokus. Yuk, simak insight dari para ahli audiologi dan psikologi berikut ini!

1. Apa Itu Pink dan Brown Noise?

Pink dan brown noise dibedakan dari campuran frekuensinya. Pink noise meningkatkan energi di frekuensi rendah hingga sedang, sehingga suaranya terdengar lebih halus dibanding white noise. Sementara brown noise menekankan frekuensi paling rendah, serupa dengung guntur atau gemuruh air terjun.

Bayangkan kamu duduk di dekat aliran sungai kecil—suara air yang deras namun lembut itu mirip pink noise. Kalau brown noise, bayangkan gemuruh ombak pantai besar atau air terjun yang dalam dan mantap. Keduanya sama-sama menenangkan, tapi brown noise terasa 'lebih berat' di telinga.

2. Efek pada Relaksasi dan Tidur

Brown noise bekerja optimal untuk relaksasi karena frekuensinya menyerupai gelombang otak saat istirahat. Dr. Amy Sarow, AuD, menyebut bahwa suara rendah dari brown noise memicu kondisi tenang layaknya berada di dalam rahim ibu. Makanya, banyak playlist brown noise dibuat khusus untuk bayi.

Di sisi lain, pink noise juga terbukti membantu kualitas tidur. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa mendengarkan pink noise sebelum tidur dapat meningkatkan durasi tidur nyenyak. Karena karakternya yang seimbang antara halus dan dalam, pink noise kadang lebih ramah di telinga pemula.

3. Manfaat untuk Fokus dan Neurodivergen

Teori Moderate Brain Arousal (MBA) menjelaskan bahwa berkurangnya stimulasi internal di otak orang dengan ADHD bisa diimbangi dengan noise eksternal. Andrew Kahn, PsyD, menjelaskan bahwa brown noise memberi tambahan 'dorongan' stimuli sehingga membantu fokus saat belajar atau bekerja. Jadi, bagi kamu yang suka belajar di kafe sambil pakai headset, coba deh brown noise.

Selain ADHD, orang dengan kecemasan tinggi juga bisa mendapat manfaat dari pink atau brown noise. Kahn menambahkan, suara itu dapat mengurangi reaktivitas otak terhadap suara-suara kecil di sekitar. Hasilnya, mood lebih stabil, pikiran tenang, dan konsentrasi bisa meningkat.

4. Cara Mendapatkan Pink dan Brown Noise di Sekitar Kita

Kalau bosan pakai aplikasi, kamu juga bisa andalkan suara alami. Suara hujan deras, gemericik air mancur di taman kota, atau deburan ombak pantai bisa jadi alternatif pink atau brown noise. Di rumah, kipas angin besar atau shower pun bisa meniru efek serupa.

Untuk kemudahan, banyak aplikasi dan video YouTube yang menawarkan pink hingga brown noise dalam durasi panjang. Coba bereksperimen pakai headphone versus speaker ruang tamu, lalu tentukan mana yang paling nyaman. Dengan begitu, kamu bisa menikmati manfaatnya kapan saja, di mana saja.

Editor : Candra Mega Sari
#rileks #pink noise #meningkatkan fokus #brown noise