Cirebon Bae Lifestyle Viralpedia Wisata dan Kuliner

Cara Efektif Berkomunikasi dengan Siapa Saja ala Buku How To Talk To Anyone

Lola Amelia Putri Yani • Rabu, 12 Maret 2025 | 16:00 WIB
Buku How to Talk to Anyone. (YouTube Sebab Dulu)
Buku How to Talk to Anyone. (YouTube Sebab Dulu)

JawaPos.com - Saat memasuki usia produktif, kamu pasti mulai menyadari bahwa komunikasi adalah kunci utama dalam membangun relasi, menjalin hubungan asmara, atau sekadar menciptakan kenyamanan dalam interaksi sosial. Kesadaran ini membuatmu menilai bahwa kemampuan berbicara dengan siapa saja adalah aset berharga yang harus kamu miliki.

Dilansir dari YouTube Sebab Dulu, buku How to Talk to Anyone yang ditulis oleh pakar komunikasi dan penulis best seller, Leil Lowndes, memberikan panduan tentang cara menciptakan kesan pertama yang baik, memulai percakapan, dan membangun hubungan dengan orang lain.

Salah satu poin utama dalam buku ini adalah pentingnya menunjukkan kepada lawan bicara bahwa kamu menyukai mereka. Mengapa ini penting? Karena pada dasarnya, setiap orang ingin merasa dihargai, disukai, dan diperhatikan. Jika kamu mampu memberikan perasaan itu melalui komunikasi, lawan bicaramu akan lebih terbuka dan nyaman berbincang denganmu.

Untuk itu, kamu perlu mengirimkan sinyal verbal maupun nonverbal yang menunjukkan ketertarikan dan apresiasi terhadap mereka. Teknik komunikasi nonverbal juga berperan besar dalam menciptakan kesan pertama yang baik. Bahasa tubuh, postur, ekspresi wajah, dan kontak mata adalah elemen penting yang menentukan bagaimana orang lain memandangmu sebelum kamu mengucapkan sepatah kata pun.

Salah satu strategi yang direkomendasikan adalah menjaga postur tubuh tetap tegak dan rileks. Postur yang membungkuk dapat mengirimkan sinyal ketidakpercayaan diri, sedangkan postur yang tegap menunjukkan sikap terbuka dan percaya diri. Selain itu, menghindari gerakan gelisah seperti menyentuh wajah atau melipat tangan juga penting, karena bisa membuatmu terlihat canggung dan tertutup.

Teknik lain yang menarik adalah menunda senyum. Alih-alih langsung tersenyum begitu bertemu seseorang, coba tahan sejenak, lakukan kontak mata terlebih dahulu, lalu baru berikan senyuman. Ini akan membuat senyumanmu terasa lebih personal dan berarti, bukan sekadar basa-basi.

Ada cara membuka percakapan dengan teknik yang efektif, seperti memperhatikan gimmick visual, meminta dikenalkan oleh teman, serta memberikan respons yang kreatif terhadap pertanyaan umum. Salah satu cara terbaik untuk memulai obrolan adalah dengan menunjukkan ketertarikan terhadap lawan bicara, misalnya dengan memberi pujian atau menanyakan sesuatu tentang mereka.

Untuk menjaga percakapan tetap mengalir, kamu perlu memiliki banyak "amunisi" topik pembicaraan. Caranya bisa dengan menggali informasi tentang lawan bicara sebelumnya, memperbanyak referensi dari berita atau tren terkini, serta memperkaya kosakata agar percakapan lebih variatif dan menarik.

Jika ingin membawa percakapan ke level yang lebih dalam, kamu perlu membangun hubungan emosional. Ini bisa dilakukan dengan menunjukkan ketertarikan yang tulus pada lawan bicara, mengingat informasi yang mereka bagikan, serta menggunakan teknik mirroring, menyesuaikan bahasa tubuh dan ekspresi dengan mereka agar terasa lebih akrab.

Leil Lowndes juga menekankan pentingnya menjaga harga diri lawan bicara. Jangan pernah merendahkan mereka atau membuat lelucon yang bisa menyinggung. Fokuslah pada sisi positif mereka dan buat mereka merasa nyaman serta diterima.

Terakhir, teknik sederhana namun efektif adalah menggunakan kata ganti "kita" dalam percakapan. Kata ini bisa menciptakan ilusi kedekatan dan membuat lawan bicara merasa lebih terhubung denganmu. Jika kamu ingin memahami lebih dalam dan meningkatkan keterampilan komunikasimu, membaca langsung bukunya tentu akan memberikan wawasan yang lebih kaya. Semoga bermanfaat! (*)

Editor : Siti Nur Qasanah
#komunikasi #percakapan #Buku How to Talk to Anyone #berbicara