Cirebon Bae Lifestyle Viralpedia Wisata dan Kuliner

Catat! Ini 10 Hal yang Bisa Menyebabkan Puasa Kamu Sia-Sia, Hindari agar Ramadhan Berkah

Ayu Zahra Hazimah • Sabtu, 8 Maret 2025 | 08:00 WIB

Ilustrasi menahan marah saat puasa (Dok. Freepik)
Ilustrasi menahan marah saat puasa (Dok. Freepik)
JawaPos.com - Puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi juga melatih diri untuk mengendalikan hawa nafsu serta memperbanyak amal kebaikan. Namun, tanpa disadari, ada beberapa hal yang bisa membuat puasa menjadi sia-sia dan menghilangkan pahalanya. Mulai dari kurangnya keikhlasan, berkata kasar, hingga melakukan perbuatan dosa seperti ghibah dan fitnah, semua itu dapat merusak nilai ibadah puasa.

Melansir dari laman sultra.kemenag.go.id, berikut adalah 10 hal yang bisa menyebabkan puasa kamu sia-sia.

1. Kurangnya Keikhlasan

Rasulullah SAW mengingatkan bahwa banyak orang yang berpuasa tetapi hanya mendapatkan rasa lapar dan haus, tanpa memperoleh pahala. Hal ini terjadi ketika seseorang menjalankan puasa tanpa keikhlasan, bukan karena Allah semata. Ibadah hanya diterima jika dilakukan dengan ikhlas, termasuk puasa. Keutamaan puasa hanya dapat diperoleh apabila didasari oleh iman dan harapan akan pahala dari Allah.

2. Perkataan Kotor

Mengucapkan kata-kata yang tidak pantas, seperti perkataan keji atau hal yang berbau pornografi, dapat mengurangi pahala puasa hingga menjadikannya sia-sia. Rasulullah SAW mengingatkan bahwa puasa adalah perisai, sehingga orang yang sedang berpuasa sebaiknya tidak berkata kasar atau mengumpat. Jika ada yang menghina atau mengajak bertengkar, lebih baik cukup mengatakan, "Aku sedang berpuasa."

3. Mengumpat dan Marah

Mengumpat atau berkata buruk tentang orang lain dapat mengurangi pahala puasa bahkan menghilangkannya sama sekali. Begitu pula dengan amarah, yang dapat membuat seseorang kehilangan kendali dan merusak esensi dari ibadah puasa. Oleh karena itu, menjaga lisan dan emosi sangat penting agar puasa tetap bernilai di sisi Allah.

4. Mencela dan Mengajak Bertengkar

Saat sedang berpuasa, Rasulullah SAW menganjurkan agar seseorang menahan diri dari pertengkaran. Jika ada yang mencela atau mengajak berkelahi, cukup dijawab dengan, "Aku sedang berpuasa." Jika menahan diri saja diperintahkan, maka mencela atau mengajak bertengkar justru akan semakin merusak pahala puasa.

5. Ghibah (Menggunjing)

Membicarakan keburukan orang lain adalah salah satu perbuatan yang dapat menghapus pahala puasa. Ghibah sejajar dengan perkataan kotor dan celaan, karena sama-sama merupakan penyakit lisan. Dalam Al-Quran, ghibah diibaratkan seperti memakan daging saudara sendiri yang telah meninggal, yang tentu sangat menjijikkan.

6. Berdusta

Berbohong atau berdusta menjadi salah satu alasan mengapa puasa seseorang menjadi sia-sia. Rasulullah SAW menegaskan bahwa Allah tidak membutuhkan puasa dari orang yang masih suka berdusta dan berbuat kebohongan. Oleh karena itu, menjaga kejujuran adalah bagian penting dari kesempurnaan ibadah puasa.

7. Kesaksian Palsu

Memberikan kesaksian palsu juga dapat merusak pahala puasa. Ini termasuk bentuk kebohongan yang lebih berat dibanding sekadar berdusta, karena dapat berdampak besar pada orang lain. Kesaksian palsu bukan hanya merugikan diri sendiri, tetapi juga melanggar nilai-nilai keadilan yang diajarkan dalam Islam.

8. Fitnah

Fitnah lebih buruk dari sekadar menggunjing, karena seseorang menuduh orang lain atas perbuatan yang tidak dilakukannya. Perbuatan ini tidak hanya menimbulkan ketidakadilan, tetapi juga merusak nilai ibadah, termasuk puasa. Fitnah dapat menghapus pahala dan menjadikan puasa tidak berarti.

9. Korupsi

Jika berdusta, memberikan kesaksian palsu, dan fitnah termasuk kebohongan lisan, maka korupsi adalah bentuk kebohongan dalam tindakan. Korupsi merupakan dosa besar yang tidak hanya merugikan diri sendiri tetapi juga orang lain. Rasulullah SAW mengingatkan bahwa perbuatan tercela seperti ini dapat menjadikan puasa seseorang sia-sia.

10. Melakukan Kemaksiatan Lainnya

Segala bentuk kemaksiatan, baik besar maupun kecil, dapat mengurangi pahala puasa atau bahkan menjadikannya tidak berarti. Oleh karena itu, penting bagi setiap Muslim untuk selalu berhati-hati dalam menjaga sikap dan perbuatan, tidak hanya saat berpuasa di bulan Ramadhan, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari.

Agar puasa kita tidak sia-sia, hendaklah menghindari hal-hal di atas agar keberkahan dan ibadah puasa Ramadhan diterima oleh Allah SWT.

Editor : Candra Mega Sari
#puasa #ramadhan #pahala puasa