Cirebon Bae Lifestyle Viralpedia Wisata dan Kuliner

Hati-Hati Dimanipulasi! Ini 8 Kata yang Sering Digunakan Orang Playing Victim

Muhammad Naufal Rabbani • Kamis, 13 Februari 2025 | 22:00 WIB
Ilustrasi orang yang playing victim. (Freepik/rawpixel.com)
Ilustrasi orang yang playing victim. (Freepik/rawpixel.com)

JawaPos.com - Individu yang belum matang secara emosional sering kali memiliki pola komunikasi yang dapat membuat frustrasi. Mereka cenderung memainkan peran sebagai korban atau play victim, serta kerap menggunakan kata-kata tertentu yang bisa membuat orang lain meragukan tindakan mereka sendiri.

Pada dasarnya, ketidakdewasaan emosional berkaitan dengan kondisi psikologis yang dapat memengaruhi interaksi sosial, terutama dalam hubungan yang melibatkan manipulasi.

Oleh karena itu, mengutip dari Geediting, berikut adalah delapan kata yang sering digunakan seseorang saat berusaha memainkan peran sebagai korban dalam percakapan.

1. "Kamu selalu"

Kata ini adalah alat umum yang digunakan oleh orang belum dewasa secara emosional. Ketika mereka merasa diserang, mereka akan mengalihkan kesalahan dengan mengucapkan ‘kamu selalu’ diikuti dengan ungkapan tambahan untuk menyerang lawan bicaranya.

Misalnya, mungkin mereka akan berkata ‘kamu selalu menyela saya’ atau ‘kamu selalu bilang begitu’ meski Anda hanya memberikan nasihat atau masukan kepada dirinya.

Ini adalah bentuk manipulasi yang menggambarkan mereka sebagai korban dan Anda sebagai pelaku.

Pada kenyataannya, kata ini digunakan untuk menghindari tanggung jawab atas perasaan atau tindakan yang dilakukan.

Dengan membalikkan keadaan, mereka berhasil menghindari kritik atau akuntabilitas sambil membuat orang lain merasa bersalah.

2. "Saya baik-baik saja"

Kata ini mungkin tampak tak berbahaya. Namun, ketika digunakan dalam konteks play victim, ini bisa menjadi cara pasif-agresif untuk berpura-pura menjadi korban.

Dalam banyak kasus, penggunaan kata ‘saya baik-baik saja’ tidak benar-benar berarti mereka sedang baik.

Baca Juga: Sering Menangis saat Nonton Film? Ini 8 Sifat Unik yang Mungkin Anda Miliki

Sebaliknya, ini adalah isyarat bahwa mereka merasa kesal atau dirugikan tetapi tidak ingin terbuka mengekspresikan perasaan mereka atau membahas masalahnya.

Mereka mungkin mengharapkan Anda atau orang lain menafsirkan kata tersebut sebagai kondisi yang tidak baik, lalu menghibur mereka.

Proses interaksi seperti ini bisa melelahkan dan membuat Anda terus membaca antara kebenaran dan sesuatu yang disembunyikan. Akhirnya, banyak yang terjebak dalam komunikasi yang tidak disampaikan secara langsung.

3. "Semua orang melawan saya"

Kata ini berasal dari pandangan bahwa seseorang menjadi pusat dari semua tindakan atau pikiran negatif orang lain.

Ketika mereka mengeluarkan kata ‘semua orang melawan saya’, mereka sedang berpura-pura menjadi korban dengan menggambarkan diri mereka sebagai target. Tujuan mereka adalah untuk mendapatkan simpati dan perhatian.

Menggunakan kata ini berarti menunjukkan ketidakdewasaan emosional dan tidak melihat realitas yang benar-benar terjadi.

4. "Saya tidak bermaksud"

Ketika orang yang belum dewasa secara emosional menggunakan kata ini, mereka sering mencoba untuk kabur dari konsekuensi tindakan mereka.

Seringnya, mereka menggunakan kata ini untuk mengalihkan kesalahan dengan cara halus. Mereka akan menambahkan penjelasan bahwa kerugian yang terjadi itu tidak disengaja dan tak merasa bersalah.

Penggunaan kata ini akan menjadi pola untuk menghindari tanggung jawab. Tentunya, menjadi cara untuk berpura-pura menjadi korban agar tidak mendapatkan hukuman atau konsekuensi.

5. "Saya tidak bisa menahannya"

Manusiawi sekali ketika seseorang merasa kewalahan atau kehilangan kendali. Pun, menggunakan kata ini ketika sedang kesulitan pun juga tidak masalah.

Baca Juga: Siap-Siap Terharu! 3 Zodiak Ini Diramalkan Dapat Kejutan Spesial di Hari Valentine

Namun, kata ‘saya tidak bisa menahannya’ bisa menjadi cara untuk berpura menjadi korban.

Dengan menyatakan mereka tidak memiliki kendali atas diri mereka karena emosi atau nafsu, mereka membebaskan diri dari tanggung jawab dan membebani orang lain untuk menyesuaikan diri dengan perilaku mereka.

6. "Ini tidak adil"

Setiap semua hal yang terjadi tidak berjalan sesuai dengan keinginan, kata ini sering diucapkan.

Seseorang dengan emosi yang belum dewasa menggunakan kata ini untuk berpura menjadi korban dan meminta belas kasihan orang lain karena tidak mendapatkan apa yang tidak diinginkan.

7. "Anda tidak mengerti"

Ketika mendengar kata ini, seseorang menggunakannya sebagai tameng untuk tak mendengar pendapat atau saran yang berlawanan dengan pandangan pribadi mereka.

Ketika Anda membutuhkan dialog yang terbuka tetapi harus berhadapan dengan kata ini berulang kali, maka peluang untuk menyelesaikan masalah pun terbuang.

Keengganan untuk terbuka dilakukan untuk memaksa diri mereka menjadi korban dan mengiyakan pandangan mereka.

8. "Mengapa ini selalu terjadi pada saya"

Kata ini membuat seseorang terjebak dalam siklus mengasihani diri dan memaksa diri menjadi korban.

Ketika seseorang sering menggunakan kata tersebut, mereka menginterpretasikan pengalaman yang terjadi, bukan apa yang sebenarnya terjadi.

Poin pentingnya adalah bahwa kedewasaan emosional melibatkan kesadaran diri dan kemampuan untuk menavigasi tantangan hidup tanpa terjebak dalam peran korban.

Dengan mengenali kata-kata ini, Anda dapat lebih memahami dinamika yang terjadi dan bekerja menuju interaksi yang lebih sehat. (*)

Editor : Siti Nur Qasanah
#playing victim #kata #manipulasi #korban #Emosional