JawaPos.com - Miopia, atau mata minus, adalah kondisi penglihatan di mana seseorang jelas melihat objek dekat, tetapi kesulitan melihat objek jauh. Kondisi ini sering terjadi pada anak-anak dan remaja akibat pertumbuhan bola mata yang tidak normal dan dapat memburuk seiring bertambahnya usia.
Miopia disebabkan oleh bentuk bola mata yang memanjang atau pertumbuhan bola mata yang terlalu cepat, sehingga cahaya tidak fokus pada retina dan menyebabkan penglihatan jarak jauh menjadi buram. Anak-anak sering mengalami ini karena mata mereka masih berkembang, sehingga penting bagi orang tua untuk memperhatikan kebiasaan anak, seperti terlalu sering menatap layar atau membaca dari jarak dekat.
Keparahan mata minus diukur dalam dioptri (D) dan terbagi menjadi tiga tingkat yakni, miopia rendah (minus 0. 5D hingga minus 3D), sedang (minus 3D hingga 6D), dan berat (di atas 6D). Jika Anda mengalami beberapa gejala minus seperti yang dilansir dari laman Alodokter.com ini, ada baiknya Anda segera berkonsultasi dengan dokter mata.
- Kesulitan saat melihat sesuatu dari jarak jauh namun jelas saat melihat jarak dekat
- Memicingkan mata saat melihat sesuatu
- Kesulitan melihat saat mengendarai kendaraan
- Perlu duduk dekat dengan papan tulis (miopia pada anak) untuk melihat jelas
- Ketika menonton televisi harus dekat agar dapat terlihat jelas
- Mata terasa tegang
- Mata terasa lelah
- Sakit kepala
- Sering mengucek mata
- Mata sering berkedip
Setelah memahami gejala mata minus, penting untuk mengetahui penyebab, faktor-faktor yang mempengaruhi, dan cara mencegah kondisi ini semakin parah. Untuk informasi lengkap, simak penjelasan berikut ini yang dilansir dari laman resmi KEMENKES.
1. Miopia Terjadi ketika Pertumbuhan Bola Mata Lebih Cepat dari yang Seharusnya
Miopia terjadi ketika bola mata tumbuh lebih cepat dari seharusnya, sehingga cahaya tidak bisa difokuskan dengan baik pada retina, menyebabkan pandangan jauh menjadi buram. Ini sering dialami anak-anak yang masih berkembang. Orang tua perlu memperhatikan kebiasaan anak, khususnya saat mereka terlalu banyak menatap layar atau membaca dekat.
Untuk mengatasi miopia, dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan mata secara rutin, menggunakan kacamata atau lensa kontak sesuai resep dokter, dan menerapkan aturan istirahat mata seperti 20-20-20, yaitu melihat jauh selama 20 detik setiap 20 menit.
2. Faktor yang Mempengaruhi Terjadinya Miopia
Faktor-faktor yang mempengaruhi miopia pada anak meliputi genetik, lingkungan, dan karakteristik individu. Anak dengan orang tua yang mengalami miopia berisiko lebih tinggi. Kebiasaan seperti terlalu banyak di dalam ruangan, kurangnya sinar matahari, dan membaca dekat juga dapat memperburuk kondisi. Mengurangi risiko dapat dilakukan dengan mendorong anak bermain di luar, membatasi waktu menggunakan gadget, dan memberi nutrisi yang baik untuk mata.
3. Miopia pada Anak Kecil dapat Memburuk Lebih Cepat
Miopia pada anak kecil bisa memburuk lebih cepat jika tidak ditangani, sehingga penting untuk memantau perkembangan mata mereka. Cara menekan laju miopia meliputi menghindari aktivitas dekat berlebihan, rutin memeriksakan mata, dan mempertimbangkan terapi khusus. Selain itu, orang tua harus memperhatikan tanda-tanda awal miopia dan kebiasaan visual anak, seperti terlalu lama menatap layar atau kurang beraktivitas di luar.
Selalu jaga kesehatan mata dengan pola hidup sehat dan pemeriksaan rutin. Hal ini penting untuk mencegah dan mengatasi mata minus agar anak-anak tetap aktif dan nyaman.