JawaPos.com - Apakah kamu sering merasa lelah sepanjang hari, bahkan setelah tidur cukup? Badan terasa berat, pikiran kosong, dan sulit untuk fokus? Rasa lelah berkepanjangan bisa menjadi tanda bahwa ada sesuatu yang tidak beres dalam tubuh atau pola hidupmu. Jika dibiarkan, kondisi ini bisa mengganggu produktivitas dan menurunkan kualitas hidup.
Kelelahan bisa disebabkan oleh banyak faktor, mulai dari masalah psikologis seperti stres dan depresi hingga pola makan yang tidak seimbang. Tanpa disadari, kebiasaan sehari-hari juga dapat memperburuk rasa lelah. Untuk itu, penting memahami penyebabnya agar bisa mencari solusi yang tepat.
Dilansir dari laman Psych2Go, Selasa (04/02), berikut adalah beberapa penyebab tubuh mudah lelah dan cara mengatasinya agar tetap bertenaga sepanjang hari.
1. Gangguan Psikologis
Rasa lelah terus-menerus bisa menjadi tanda adanya gangguan psikologis seperti depresi atau kecemasan. Menurut psikiater dan spesialis tidur Alex Dimitrio, depresi dan kelelahan memiliki gejala yang mirip. Sebuah studi tahun 2018 bahkan menemukan bahwa lebih dari 90% penderita depresi mengalami kelelahan sebagai salah satu gejalanya.
Dr. Amy Ricky dari Insider menjelaskan bahwa depresi dapat mengganggu keseimbangan hormon dopamin, serotonin, dan norepinefrin, yang berperan dalam mengatur energi tubuh. Akibatnya, tubuh terasa berat dan sulit melakukan aktivitas sederhana seperti mandi atau berpakaian. Selain itu, kecemasan juga bisa menguras energi karena tubuh terus berada dalam kondisi fight or flight, yang menyebabkan kelelahan setelahnya.
2. Pola Makan Tidak Seimbang
Apa yang kamu konsumsi juga dapat mempengaruhi tingkat energi. Harvard School of Public Health menyatakan bahwa makanan tinggi karbohidrat bisa menyebabkan lonjakan gula darah yang cepat, memberi energi instan tetapi hanya bertahan sebentar. Setelah itu, kadar gula darah turun drastis, membuat tubuh lemas dan mengantuk.
Sebuah studi tahun 2016 dalam Journal Appetite juga menunjukkan bahwa pola makan tinggi gula dapat meningkatkan risiko depresi dan kelelahan. Oleh karena itu, penting untuk mengonsumsi makanan kaya protein, sayuran hijau seperti bayam dan brokoli, serta mengurangi konsumsi gula berlebihan.
3. Terlalu Banyak Minum Kopi
Mengonsumsi kopi mungkin terasa seperti solusi cepat untuk mengatasi rasa lelah, tetapi terlalu banyak kafein justru bisa memperburuk kondisi ini. Studi tahun 2016 dalam Journal of Nutrition menemukan bahwa konsumsi kafein berlebihan dapat menyebabkan kecemasan, gangguan tidur, sering terbangun di malam hari, dan mengurangi durasi tidur total, yang pada akhirnya membuat tubuh semakin lelah.
4. Kurang Minum Air Putih
Dehidrasi adalah salah satu penyebab utama kelelahan. Kurangnya cairan dalam tubuh dapat menghambat aliran oksigen ke otak, menyebabkan tubuh terasa cepat lelah dan sulit berkonsentrasi. Oleh karena itu, pastikan untuk minum air putih yang cukup setiap hari agar metabolisme tubuh tetap optimal.
5. Kurangnya Aktivitas Fisik
Meskipun terdengar kontradiktif, kurang bergerak justru dapat membuat tubuh lebih cepat lelah. Sebuah penelitian tahun 2013 dalam Journal of Fatigue, Biomedicine, Health, and Behavior menunjukkan bahwa olahraga ringan selama 20 menit dapat meningkatkan energi dan mengurangi kelelahan.
Mulailah dengan aktivitas sederhana seperti berjalan kaki, bersepeda, atau yoga. Olahraga ini dapat meningkatkan sirkulasi darah dan memberikan energi tambahan sepanjang hari.
6. Kurang Terpapar Sinar Matahari
Paparan cahaya alami di pagi hari berperan penting dalam mengatur ritme sirkadian tubuh. Spesialis tidur Rebecca Scott di Thrillist.com menyatakan bahwa mendapatkan sinar matahari selama 10–15 menit dalam dua jam pertama setelah bangun tidur dapat membantu mengurangi rasa kantuk di pagi hari dan meningkatkan energi sepanjang hari.
Cobalah berjalan santai di luar ruangan setelah bangun tidur atau duduk di dekat jendela untuk mendapatkan manfaat cahaya matahari alami.
7. Terlalu Banyak Pikiran dan Stres
Kelelahan tidak hanya berasal dari fisik, tetapi juga dari mental. Terlalu banyak berpikir (overthinking), prokrastinasi, atau stres berlebihan bisa menguras energi otak sebelum tubuh benar-benar bekerja.
Menurut Dr. Alice Boy dari Forbes.com, cara terbaik untuk mengatasi ini adalah dengan mengatur waktu dengan baik, membuat daftar tugas yang realistis, serta menghindari multitasking. Selain itu, mengambil jeda saat bekerja dan mencoba meditasi juga bisa membantu mengurangi stres.
Editor : Candra Mega Sari