JawaPos.com - Mitos sering dipercaya oleh masyarakat karena disebarkan secara turun-temurun melalui cerita, nasihat, atau anjuran. Dalam dunia kesehatan, terdapat beberapa mitos yang perlu diluruskan, seperti anggapan bahwa tidak makan setelah berolahraga lebih efektif untuk menurunkan berat badan, atau keyakinan bahwa karbohidrat adalah penyebab utama obesitas, serta berbagai mitos lainnya.
Penting untuk meluruskan mitos-mitos semacam ini agar masyarakat mendapatkan pemahaman yang lebih baik dan tidak mudah terpengaruh oleh kepercayaan turun-temurun yang tidak berdasarkan fakta.
Dilansir dari laman mountelizabeth.com dan laman klikdokter.com, berikut beberapa mitos seputar dunia medis yang sering diyakini oleh sebagian masyarakat:
1. Dudukan Toilet Umum Membawa Infeksi dan Penyakit
Faktanya, meskipun mungkin terjadi, kemungkinan tertular infeksi dari dudukan toilet sangat kecil. Anda lebih mungkin terkena bakteri dari permukaan lain di kamar mandi. Penting untuk selalu mencuci tangan setelah menggunakan toilet.
2. Memanaskan Makanan Menggunakan Microwave dapat Membunuh Nutrisi
Kebenarannya, microwave tidak mengurangi nutrisi lebih dari metode memasak lainnya. Memasak dengan microwave bisa lebih cepat sehingga nutrisi lebih terjaga. Pastikan untuk menutupi wadah dengan sedikit air agar makanan tetap lembab.
3. Tidur dengan Rambut Basah Akan Menyebabkan Flu
Pernyataan bahwa tidur dengan rambut basah menyebabkan flu adalah keliru, karena flu disebabkan oleh virus. Meski demikian, tidur dengan rambut basah dapat membuat bantal menjadi lebih cepat kotor, sehingga penting untuk rutin mengganti sarung bantal demi menjaga kebersihan.
4. Aturan 5 Detik
Aturan 5 detik tidaklah benar. Bakteri bisa langsung berpindah ke makanan yang jatuh, tidak peduli berapa lama. Sebaiknya buang makanan yang jatuh atau cuci dengan baik sebelum mengkonsumsinya.
5. Kompres dengan Air Es atau Oleskan Pasta Gigi Jika Mengalami Luka Bakar
Kompres luka bakar dengan es ternyata dapat merugikan, karena suhu dingin bisa merusak kulit. Hindari pengobatan rumah yang berminyak, seperti mentega atau mayones, karena dapat membuat kulit terus terbakar. Sebaiknya, gunakan air dingin yang mengalir pada area yang terbakar selama beberapa menit, minum obat pereda nyeri, dan oleskan salep antibiotik serta kasa longgar.
Saat mengalami luka bakar, banyak orang mengoleskan pasta gigi sebagai pertolongan pertama, tetapi ini salah. Pasta gigi dapat membuat iritasi dan memperburuk luka.
Pertolongan pertama yang benar adalah mendinginkan luka dengan air bersih selama 15-20 menit. Jika luka membentuk lepuhan, hindari memecahkannya dan tutup dengan kain kasa lembap atau dressing luka antimikroba.
6. Cokelat dapat Menyebabkan Jerawat
Cokelat tidak secara langsung menyebabkan jerawat. Penelitian menunjukkan bahwa efeknya tergantung individu. Bagi yang memiliki jerawat, membatasi cokelat mungkin membantu. Diet seimbang dengan lemak sehat dan vitamin C penting untuk kulit yang baik.
7. Pakai Deodoran Picu Kanker Payudara
Ada kepercayaan bahwa deodoran menyebabkan kanker payudara, tetapi tidak ada bukti kuat yang mendukungnya. Kanker dipicu oleh banyak hal, dan penggunaan deodoran tidak terbukti menyebabkan kanker payudara meskipun mengandung aluminium.
8. Langsung Berenang setelah Makan Sebabkan Kram
Mitos bahwa berenang setelah makan menyebabkan kram tidak terbukti. Kram bisa terjadi saat berenang, tetapi tidak karena makanan. Selain kram, bisa juga ada mual atau muntah jika terlalu kenyang. Jika ingin berenang setelah makan, pemanasan bisa membantu mengurangi kram.
9. Minum Air Dingin saat Haid Dapat Menyebabkan Kista
Mitos bahwa minum air dingin saat haid menyebabkan kista tidak benar. Kista umumnya disebabkan oleh faktor hormonal.
10. MSG Menyebabkan Anak Menjadi Bodoh
MSG aman untuk dikonsumsi dan tidak menyebabkan kebodohan pada anak. FDA menganggap MSG aman asalkan tidak berlebihan. Efek samping bisa terjadi jika konsumsi MSG terlalu banyak.
11. Makan Telur Menyebabkan Bisulan
Mitos lain yang salah adalah bahwa makan telur bisa menyebabkan bisul. Telur merupakan makanan bergizi dan tidak berhubungan dengan infeksi folikel rambut yang dikenal sebagai bisul.
12. Biji Cabai Sebabkan Usus Buntu
Biji cabai tidak menyebabkan usus buntu, yang merupakan peradangan di apendiks dan dipicu oleh sumbatan atau cedera di perut.
13. Orang Dewasa Tidak Perlu Vaksinasi
Orang dewasa juga memerlukan vaksinasi seperti anak-anak, termasuk vaksin HPV, flu, dan hepatitis. Vaksinasi penting untuk pencegahan dan memperkuat imunitas.
14. Melakukan Rontgen Dapat Menyebabkan Kanker
Rontgen medis tidak menyebabkan kanker. Meskipun rontgen menggunakan radiasi, jumlahnya sangat rendah dan risikonya lebih kecil dibandingkan manfaatnya dalam mendiagnosis masalah kesehatan. Jika dokter merekomendasikan rontgen, Anda sebaiknya melakukannya.
15. Anda Harus Selalu Mengupas Buah dan Sayuran
Mengupas buah dan sayuran tidak selalu diperlukan. Kulit buah dan sayuran seperti kentang dan apel mengandung banyak nutrisi dan serat. Misalnya, apel dengan kulit memiliki lebih banyak vitamin K, A, C, dan kalsium dibandingkan apel yang dikupas. Kulit juga membantu Anda merasa kenyang lebih lama dan baik untuk pencernaan. Oleh karena itu, lebih baik konsumsi buah dan sayuran dengan kulitnya setelah dicuci bersih.
Jika bicara tentang kesehatan, jangan percaya mitos atau anjuran yang mudah. Cari fakta medis dari berita atau tanyakan langsung kepada ahli medis. Konsultasikan segala sesuatu yang berhubungan dengan medis kepada dokter jika ada kebingungan tentang makanan atau aktivitas tertentu.
(*)
Editor : Siti Nur Qasanah