JawaPos.com - Berpisah dari pasangan adalah pengalaman yang menyakitkan dan bisa membuat seseorang merasa hancur dan tak berdaya.
Dalam konteks putus cinta, wanita sering dianggap lebih mudah patah hati karena biasanya menjalani hubungan dengan lebih mendalam.
Namun, menurut penelitian yang dikutip dari JawaPos.com melalui marriage.com, pria ternyata lebih rentan mengalami patah hati setelah hubungan berakhir dibandingkan wanita.
Berikut ini adalah lima perbedaan utama dalam cara pria dan wanita menghadapi putus cinta dan akhir hubungan mereka.
1. Harga Diri dan Keterkaitan
Saat menjalin hubungan, kebanyakan pria merasa harga diri mereka meningkat karena menjadi kekasih seseorang. Sedangkan wanita memperoleh keterkaitan perasaan yang kuat dengan menjadi pacar seseorang.
Ketika keadaan memburuk dan putus cinta terjadi, kedua orang tersebut akan merasakan sakit karena alasan yang berbeda.
2. Stres Pasca Putus
Wanita mungkin akan banyak menangis karena merasa telah kehilangan rasa keterkaitan dengan seseorang yang benar-benar mereka cintai, dan membuat mereka merasa tidak berdaya.
Namun, pria cenderung merespons secara berbeda dan merasa sulit untuk menerima kenyataan meski mungkin tidak terlalu menunjukkannya.
Hal tersebut disebabkan karena pria tidak mudah dan tidak terbiasa mengekspresikan emosi mereka, dan cenderung menutupi perasaan mereka dengan kegiatan lain.
3. Marah dan Keinginan untuk Kembali
Baca Juga: Ingin Kaya Walau Berasal dari Kelas Menengah? Terapkan 7 Aturan Psikologi Ini
Ketika pria putus cinta, mereka pertama-tama merasa bahagia karena mereka akan dapat melakukan semua hal yang mungkin dilarang oleh pasangannya.
Kemudian mereka baru merasakan kekosongan dan membawa mereka memutuskan untuk berusaha mendapatkan sang mantan kembali.
Berbeda dengan wanita yang perlahan bisa memahami bahwa mereka telah putus cinta dan harus melanjutkan hidup.
Pemahaman ini membantu mereka melangkah maju dalam hidup, dan mereka mampu mengatasinya lebih cepat.
4. Menangani Rasa Sakit
Wanita mungkin lebih ekspresif dengan menangis atau mengakui bahwa mereka merasa rendah diri atau tidak enak tentang kenyataan bahwa hubungan telah berakhir.
Di sisi lain, pria mungkin tidak terlalu vokal atau ekspresif tentang rasa sakit mereka dan bersikap acuh tak acuh seolah-olah hal itu tidak memengaruhi mereka.
5. Waktu yang Dibutuhkan untuk Move On
Pria cenderung membutuhkan waktu lebih lama untuk melanjutkan hidup dari putus cinta daripada wanita.
Psikologi pria setelah putus cinta adalah tidak membiarkan diri mereka merasakan sakit atau emosi pasca putus cinta.
Karena wanita melampiaskannya dengan gamblang, mereka cenderung lebih mudah menerima putus cinta dan melupakannya lebih cepat.
(*)
Editor : Siti Nur Qasanah