JawaPos.com–Tidur berkualitas sangat penting bagi Kesehatan. Namun, sering sulit dicapai terutama jika rasa lapar datang di tengah malam. Banyak orang menghindari makan sebelum tidur karena takut berdampak buruk bagi tubuh, padahal mengonsumsi camilan yang tepat justru dapat membantu tidur lebih nyenyak.
Beberapa jenis makanan mengandung nutrisi yang dapat mendukung produksi hormon-hormon yang penting untuk tidur, seperti melatonin dan triptofan. Dilansir dari health.com, berikut ini adalah beberapa camilan yang tidak hanya mengenyangkan, tetapi juga membantu tubuh rileks dan siap beristirahat dengan optimal di malam hari.
- Ceri Asam
Ceri asam mengandung melatonin yang membantu mengatur siklus tidur tubuh. Selain itu, ceri asam juga kaya akan antioksidan dan senyawa anti-inflamasi yang mendukung tidur lebih nyenyak.
- Kiwi
Buah kiwi kaya akan melatonin dan serotonin, hormon yang berperan dalam siklus tidur. Selain itu, kiwi juga mengandung serat dan vitamin C yang baik untuk mengurangi inflamasi dan membantu tidur nyenyak.
- Oatmeal
Oatmeal adalah sumber karbohidrat kompleks dan protein nabati yang baik. Meskipun biasa disantap di pagi hari, oatmeal juga dapat dijadikan camilan malam karena kandungan seratnya yang membuat kenyang dan membantu tidur.
- Irisan Apel dengan Selai Almond
Apel mengandung serat yang baik, sementara selai almond mengandung protein dan lemak sehat. Kombinasi ini membantu menyeimbangkan karbohidrat, protein, dan lemak, sehingga tubuh tetap merasa kenyang hingga pagi.
- Yogurt Yunani dan Madu
Yogurt Yunani mengandung triptofan yang berperan dalam membantu tubuh memproduksi serotonin dan melatonin. Menambahkan madu pada yogurt Yunani bisa memberikan sedikit karbohidrat untuk mendukung proses tidur yang lebih baik.
- Kerupuk Gandum dan Keju
Kerupuk gandum kaya akan serat, sedangkan keju mengandung protein. Kombinasi ini membantu kenyang lebih lama dan dapat memenuhi kebutuhan nutrisi pada malam hari.
- Pisang dengan Selai Kacang
Pisang mengandung karbohidrat yang tinggi, sedangkan selai kacang mengandung lemak sehat. Camilan ini juga mengandung triptofan, yang dapat membantu tubuh lebih rileks sebelum tidur.
- Keju Cottage dan Buah Berry
Keju cottage memiliki protein yang tinggi dan mengandung kasein yang dicerna lambat oleh tubuh, sehingga membantu kenyang semalaman. Tak hanya itu, kamu juga bisa menambahkan buah berry untuk rasa manis alami yang rendah kalori dan kaya antioksidan.
- Kacang Campur
Kacang-kacangan seperti almond dan kenari mengandung melatonin dan magnesium yang dapat membantu tubuh lebih rileks. Untuk mengonsumsinya di malam hari, pilihlah kacang campur tanpa garam untuk menghindari inflamasi.
- Smoothie Protein
Smoothie protein dapat membantu mengatasi rasa lapar dan mendukung tidur yang berkualitas. Kamu bisa menambahkan yogurt Yunani atau bubuk protein untuk asupan protein yang cukup sebelum tidur.
- Wrap Gandum dengan Hummus
Wrap gandum utuh dengan hummus mengandung karbohidrat kompleks dan protein nabati yang baik untuk mengatur gula darah dan kenyang lebih lama.
- Biji Labu
Biji labu kaya akan magnesium dan triptofan yang baik untuk tidur. Kandungan lemak sehat dan protein di dalamnya juga membantu kenyang lebih lama.
- Edamame
Edamame adalah kacang kedelai yang mengandung isoflavon, senyawa yang membantu meningkatkan kualitas tidur.
- Puding Chia
Biji chia mengandung asam alfa-linolenat (ALA) yang baik untuk kualitas kesehatan tidur. Cukup campurkan biji chia dengan susu dan biarkan hingga menjadi puding untuk camilan sehat yang kaya nutrisi.
- Teh Chamomile
Jika tidak ingin makan camilan padat, teh chamomile bisa menjadi pilihan yang bagus. Teh ini terkenal dengan kandungan apigeninnya berupa flavonoid yang berfungsi sebagai penenang alami dan membantu tubuh lebih rileks sebelum tidur.
Sebaiknya konsumsi camilan malam sekitar satu hingga dua jam sebelum tidur. Hal ini memberi waktu bagi tubuh untuk mencerna makanan sehingga tidak menyebabkan rasa tidak nyaman saat berbaring. Camilan sebelum tidur yang sehat dapat membantu tubuh rileks dan mencegah rasa lapar yang dapat mengganggu kualitas tidur.
Editor : Latu Ratri Mubyarsah