Cirebon Bae Lifestyle Viralpedia Wisata dan Kuliner

Sering Mengantuk dan Kurang Motivasi? Jangan Disepelekan, Bisa Jadi Tanda Demensia

Lania Monica • Jumat, 8 November 2024 | 19:30 WIB

 

Ilustrasi demensia pada lansia
Ilustrasi demensia pada lansia
JawaPos.com - Apakah Anda atau orang terdekat sering merasa sangat mengantuk di siang hari atau kehilangan semangat untuk menyelesaikan tugas sehari-hari? Hal ini mungkin lebih dari sekadar kelelahan biasa. Penelitian terbaru mengungkapkan bahwa kantuk ekstrem di siang hari dan kurangnya motivasi bisa menjadi tanda awal dari penyakit yang berkaitan dengan demensia.

Dalam studi yang diterbitkan di jurnal Neurology pada tahun 2024, para peneliti menyarankan bahwa keterkaitan ini, yang dikenal dengan motoric cognitive risk (MCR) syndrome, mungkin muncul sebelum adanya tanda-tanda demensia lainnya. Sindrom MCR, yang melibatkan penurunan kecepatan berjalan dan gangguan ingatan, bisa menjadi penanda awal dari gangguan kognitif yang lebih serius.

Dilansir dari laman The Times of India, berikut adalah gejala-gejala yang perlu diwaspadai sebagai tanda dini potensi demensia.

1. Kantuk Berlebihan di Siang Hari sebagai Tanda Peringatan

Salah satu indikator utama yang diperhatikan peneliti adalah kantuk berlebihan di siang hari. Mulai dari kesulitan tetap terjaga saat makan atau pertemuan sosial hingga perasaan mengantuk yang terus-menerus sepanjang hari. Dalam penelitian ini, individu yang sering mengalami kantuk di siang hari memiliki risiko lebih dari tiga kali lipat untuk mengembangkan sindrom MCR dibandingkan mereka yang tidak mengalami masalah tersebut. Meskipun studi ini tidak menyatakan bahwa kantuk secara langsung menyebabkan MCR, hubungan yang kuat ini menunjukkan bahwa mereka yang sering mengantuk perlu memeriksa pola tidur dan kesehatan kognitif mereka.

2. Hilangnya Semangat dan Antusiasme untuk Beraktivitas

Selain kantuk, studi juga menemukan bahwa menurunnya motivasi untuk menyelesaikan tugas adalah tanda lain yang harus diperhatikan. Sindrom MCR lebih mungkin berkembang pada mereka yang kesulitan menjaga antusiasme dalam menyelesaikan sesuatu. Jika seseorang yang biasanya energik dan semangat tiba-tiba kehilangan gairah untuk melakukan aktivitas harian, hal ini bisa menandakan lebih dari sekadar penuaan. Mengenali dan menangani perubahan ini sejak dini sangat penting untuk menjaga kesehatan kognitif dalam jangka panjang.

3. Hubungan antara Masalah Tidur dan Penurunan Kognitif

Walaupun penelitian ini fokus pada hubungan, bukan penyebab langsung, keterkaitan antara gangguan tidur dan penurunan kognitif sudah lama diketahui. Kualitas tidur yang buruk dapat mengurangi kemampuan otak untuk memperbaiki diri, memproses informasi, dan membuang sisa metabolisme yang menumpuk sepanjang hari. Seiring waktu, gangguan tidur ini dapat meningkatkan risiko penurunan kognitif dan demensia.

Temuan ini menekankan pentingnya mengenali perubahan dalam pola tidur dan tingkat energi sebagai tanda peringatan dini dari masalah kognitif. Meskipun merasa mengantuk atau kurang termotivasi adalah hal yang wajar dari waktu ke waktu, pola yang berulang, terutama pada orang yang lebih tua, perlu diperhatikan dengan serius. Dengan deteksi dini dan perawatan yang tepat, risiko perkembangan demensia bisa diminimalisir, memberikan kesempatan hidup yang lebih baik bagi mereka yang rentan terkena penyakit tersebut.

Baca Juga: Punya Masalah dengan Nyeri Bahu? Yuk Kenali Penyebabnya dan Temukan Cara Mengatasi Nyeri Bahu di Sini!

Editor : Candra Mega Sari
#Gejala demensia #demensia