JawaPos.com - Siapa yang tidak suka dengan pepaya? Buah yang sering kita jumpai di pasar atau kebun ini tidak hanya enak dimakan, tetapi juga berkhasiat.
Umumnya, pepaya dikenal dengan manfaatnya untuk melancarkan pencernaan. Namun, lebih dari itu, papaya memiliki segudang manfaat untuk kesehatan.
Bahkan berbagai penelitian telah mengungkap jika kandungan nutrisi dan senyawa bioaktif dalam pepaya memberikan berbagai manfaat bagi tubuh.
Dilansir dari Healthline, berikut adalah manfaat buah pepaya untuk kesehatan yang mungkin belum kamu ketahui.
1. Kaya nutrisi dan rasa
Kandungan enzim papain dalam pepaya mampu memecah rantai protein keras yang ada dalam daging. Oleh karena itu, pepaya telah lama digunakan untuk mengempukkan daging.
Buah pepaya matang bisa dikonsumsi langsung. Namun, pepaya yang masih mentah sebaiknya dimasak terlebih dahulu karena mengandung banyak lateks yang bisa merangsang kontraksi, terutama bagi yang sedang hamil.
Bentuk pepaya mirip buah pir dan bisa tumbuh hingga 50 cm. Kulitnya hijau saat mentah dan berubah menjadi oranye saat matang, dengan daging berwarna kuning, oranye, atau merah.
Di dalamnya terdapat banyak biji hitam yang bisa dimakan, meski rasanya pahit. Kandungan nutrisi pepaya kecil (152 gram) meliputi 59 kalori, 15 gram karbohidrat, 3 gram serat, dan 1 gram protein.
Buah ini juga kaya vitamin C, vitamin A, folat, kalium, serta antioksidan karotenoid, terutama likopen yang mudah diserap tubuh.
2. Kaya antioksidan
Antioksidan dalam pepaya bisa melawan radikal bebas, molekul reaktif yang terbentuk saat metabolisme tubuh berlangsung. Radikal bebas ini bisa menyebabkan stres oksidatif, yang terkait dengan berbagai penyakit.
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa papaya yang difermentasi dapat mengurangi stres oksidatif pada orang dewasa dengan pra-diabetes, hipotiroidisme ringan, atau penyakit hati.
Baca Juga: Mengulik 10 Manfaat Tanaman Kelor bagi Kesehatan
Para peneliti juga berpendapat bahwa radikal bebas yang berlebihan di otak berkontribusi pada penyakit Alzheimer. Pada penelitian enam bulan, penderita Alzheimer yang diberi ekstrak pepaya fermentasi mengalami penurunan 40% pada biomarker kerusakan DNA terkait penuaan dan kanker.
Kandungan likopen dalam pepaya, ditambah kemampuannya menurunkan kadar zat besi berlebih yang memproduksi radikal bebas, diyakini berperan dalam penurunan stres oksidatif tersebut.
3. Berpotensi mencegah kanker
Likopen dalam pepaya diduga dapat menurunkan risiko kanker. Hal ini sangat bermanfaat bagi mereka yang sedang menjalani pengobatan kanker.
Pepaya bekerja dengan cara mengurangi radikal bebas yang dapat memicu kanker. Menariknya, di antara 14 jenis buah dan sayur berantioksidan, hanya pepaya yang menunjukkan aktivitas melawan sel kanker payudara.
Dalam penelitian kecil terhadap lansia dengan kondisi lambung prainflamasi, persiapan pepaya fermentasi juga dapat mengurangi kerusakan oksidatif. Meski demikian, diperlukan lebih banyak penelitian untuk memastikan manfaat ini.
4. Menjaga kesehatan jantung
Makan pepaya secara rutin diyakini baik untuk kesehatan jantung. Kandungan likopen dan vitamin C dalam pepaya diyakini bisa mencegah penyakit jantung.
Antioksidan dalam pepaya bekerja melindungi jantung dan memperkuat efek proteksi dari kolesterol "baik" HDL. Pada satu studi, orang yang mengonsumsi suplemen pepaya fermentasi selama 14 minggu mengalami peradangan yang lebih rendah dan perbaikan rasio kolesterol LDL dan HDL.
Rasio yang lebih baik ini sangat berhubungan dengan penurunan risiko penyakit jantung.
5. Melawan peradangan
Peradangan kronis sering kali menjadi akar dari berbagai penyakit serius. Pola makan yang kurang sehat dan gaya hidup yang kurang aktif dapat memperparah proses inflamasi ini.
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa buah dan sayur yang kaya antioksidan, seperti pepaya, mampu menurunkan penanda inflamasi dalam tubuh.
Sebagai contoh, penelitian menemukan bahwa pria yang memperbanyak konsumsi buah dan sayuran tinggi karotenoid mengalami penurunan CRP, salah satu indikator peradangan dalam tubuh.
Baca Juga: 9 Manfaat Bawang Merah Bagi Kesehatan yang Wajib Anda Ketahui
Jadi, menambahkan pepaya ke dalam menu harian kamu bisa menjadi salah satu cara sederhana untuk menjaga tubuh tetap sehat dan jauh dari peradangan kronis.
6. Meningkatkan pencernaan
Enzim papain yang ada dalam pepaya membantu tubuh mencerna protein dengan lebih mudah. Hal ini membuat pepaya menjadi buah yang populer sebagai solusi alami bagi masalah pencernaan.
Masyarakat di wilayah tropis sering memanfaatkan pepaya untuk mengatasi sembelit atau gejala irritable bowel syndrome (IBS).
Pada sebuah penelitian, orang yang mengonsumsi formula berbasis pepaya selama 40 hari mengalami peningkatan yang signifikan pada sembelit dan perut kembung.
Tak hanya buahnya, biji, daun, dan akar pepaya juga diketahui bisa digunakan untuk mengatasi masalah seperti tukak lambung pada manusia maupun hewan.
7. Melindungi kulit dari kerusakan
Selain baik untuk kesehatan tubuh, pepaya juga memiliki manfaat luar biasa untuk kulit. Buah ini bisa membantu kulit tampak lebih kencang dan awet muda.
Radikal bebas yang berlebihan diyakini sebagai penyebab utama kerutan, kulit kendur, dan kerusakan lainnya yang muncul seiring bertambahnya usia.
Kandungan vitamin C dan likopen dalam pepaya dapat membantu melindungi kulit dari kerusakan akibat radikal bebas dan mengurangi tanda-tanda penuaan tersebut.
Sebuah penelitian menunjukkan bahwa konsumsi likopen selama 10-12 minggu mampu mengurangi kemerahan kulit akibat paparan sinar matahari, yang merupakan tanda kerusakan pada kulit.
Penelitian lainnya pada wanita lanjut usia yang mengonsumsi likopen, vitamin C, dan antioksidan lain selama 14 minggu menunjukkan penurunan yang nyata pada kedalaman kerutan wajah.
Editor : Candra Mega Sari