Cirebon Bae Lifestyle Viralpedia Wisata dan Kuliner

Bahasa Cirebon sebagai Bagian dari Kekayaan Budaya Nusantara

Lania Monica • Minggu, 29 September 2024 | 14:13 WIB
Ilustrasi aksara Jawa Cirebon. (web/nu.or.id)
Ilustrasi aksara Jawa Cirebon. (web/nu.or.id)

JawaPos.com–Bahasa Cirebon merupakan salah satu bagian dari kekayaan budaya yang telah bertahan selama ratusan tahun. Bahasa ini bukan hanya alat komunikasi, tetapi juga merupakan identitas budaya masyarakat Cirebon yang telah digunakan dalam kehidupan sehari-hari, menjadi bagian dari khazanah budaya Indonesia.

Dilansir dari laman Majalah Cirebon Katon, bahasa ini banyak dituturkan masyarakat pesisir pantai utara Jawa. Mencakup wilayah yang luas mulai dari Pedes di Kabupaten Karawang, Blanakan, Jatibarang, hingga wilayah Cirebon dan Losari di Kabupaten Brebes. Bahasa Cirebon memainkan peran penting di sepanjang pesisir utara Jawa.

Meskipun sebagian besar wilayah Cirebon menggunakan bahasa Cirebon, terdapat wilayah tertentu di bagian selatan yang berbatasan dengan Kabupaten Kuningan, di mana masyarakatnya lebih sering menggunakan bahasa Sunda. Hal ini menambah keragaman bahasa yang ada di wilayah Cirebon.

Bahasa Cirebon memiliki dua bentuk utama, yaitu padinan dan bebasan. Bentuk padinan lebih sering digunakan dalam percakapan sehari-hari dengan orang sebaya atau yang memiliki kedudukan lebih rendah. Sementara itu, bentuk bebasan merupakan bahasa yang lebih halus dan digunakan dalam situasi formal atau ketika berbicara dengan seseorang yang memiliki kedudukan lebih tinggi.

Menurut akademisi Syibli Maufur dari IAIN Syekh Nurjati Cirebon, bahasa Cirebon berfungsi sebagai sarana untuk menjunjung tinggi nilai kesopanan dalam bertindak dan berbicara. Nilai kesantunan ini dikenal dengan konsep unggah-ungguh, yang mengatur cara berkomunikasi berdasar status sosial dan usia.

Penelitian Supriatnoko pada 2012 mengungkapkan bahwa konsep unggah-ungguh dalam bahasa Cirebon dipengaruhi budaya Jawa. Pengaruh muncul pada awal abad ke-17, ketika Kerajaan Mataram di bawah Sultan Agung menjalin hubungan dengan Cirebon, khususnya dalam bidang pemerintahan dan ekonomi.

Pada masa tersebut, Cirebon menjadi bagian dari wilayah kekuasaan Mataram, yang kemudian membawa nilai-nilai budaya dan bahasa Jawa ke Cirebon. Pengaruh inilah yang memperkaya bahasa Cirebon dan membuatnya memiliki ciri khas yang unik dibandingkan bahasa daerah lain.

Hingga kini, bahasa Cirebon masih dilestarikan dan menjadi simbol identitas masyarakat. Bahasa ini tidak hanya menunjukkan keberagaman budaya yang ada di Indonesia, tetapi juga mencerminkan betapa pentingnya menjaga warisan budaya yang telah ada sejak lama agar tetap hidup dan diwariskan ke generasi berikutnya.

Editor : Latu Ratri Mubyarsah
#komunikasi #budaya #Bahasa Cirebon