OJK Catat Pembiayaan Bank Syariah Ciayumajakuning Tumbuh 15,15 Persen

Antara • Dipublikasikan Sabtu, 26 September 2026 | 12:03 WIB
 
Perajin batik mengerjakan produk kain batik di Cirebon. (Fathnur Rohman/Antara)
Perajin batik mengerjakan produk kain batik di Cirebon. (Fathnur Rohman/Antara)

 

JawaPos.com - Kantor OJK Cirebon mencatat pembiayaan yang disalurkan kantor cabang Bank Umum Syariah di wilayah Ciayumajakuning mencapai Rp 8,15 triliun pada Triwulan II 2026.

Kepala OJK Cirebon Agus Muntholib menyatakan, angka itu tumbuh 15,15 persen secara tahunan (year on year/yoy).

Dia mengatakan, pertumbuhan pembiayaan itu juga tercatat sebesar 6,17 persen secara tahun berjalan (year to date/ytd) dan 1,88 persen secara bulanan (month to month/mtm).

Baca Juga: Pemkab Majalengka Tetapkan LP2B Seluas 40.800 Hektare

“Pembiayaan yang disalurkan Bank Umum Syariah mencapai Rp8,15 triliun dengan pertumbuhan 15,15 persen (yoy),” kata Agus Muntholib dilansir dari Antara.

menurut dia, pertumbuhan pembiayaan tersebut, menunjukkan perkembangan positif fungsi intermediasi perbankan syariah di wilayah Ciayumajakuning.

Dia menjelaskan, secara nominal penyaluran pembiayaan Bank Umum Syariah masih didominasi pembiayaan konsumsi dengan nilai mencapai Rp 6,32 triliun.

Baca Juga: Diskatan Kuningan Dampingi Petani Kembangkan Komoditas Ubi Jalar

Namun dari sisi pertumbuhan, kata dia, pembiayaan investasi mencatat peningkatan paling tinggi, yakni sebesar 37,17 persen (yoy) menjadi Rp 976 miliar.

"Pembiayaan modal kerja juga mencatat pertumbuhan signifikan, terutama secara bulanan yang mencapai 24,56 persen menjadi Rp 693 miliar," terang Agus Muntholib.

“Pembiayaan modal kerja juga tumbuh 3,15 persen (ytd) dan menjadi pembiayaan dengan pertumbuhan tertinggi secara mtm,” sambung dia.

Agus menambahkan, dari sisi penghimpunan dana, total dana pihak ketiga (DPK) Bank Umum Syariah di Ciayumajakuning meningkat 5,31 persen (yoy).

Sementara itu, lanjut dia, total aset Bank Umum Syariah tercatat Rp 8,76 triliun atau meningkat 7,81 persen (yoy) dan 2,16 persen secara bulanan (mtm).

“Di tengah pertumbuhan pembiayaan tersebut, kualitas pembiayaan masih terjaga dengan rasio pembiayaan bermasalah atau Non-Performing Finance (NPF) sebesar 3,04 persen,” ungkap Agus Muntholib.

Baca Juga: Pertamina EP Jatibarang suplai 10.000 liter air bantu warga Indramayu

Dia mengatakan OJK Cirebon bersama pemerintah daerah dan pemangku kepentingan melalui Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD), terus mendorong peningkatan literasi dan inklusi keuangan syariah di wilayah Ciayumajakuning.

Upaya tersebut, kata dia, dilakukan melalui berbagai program edukasi untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai prinsip dan produk layanan keuangan syariah serta mendorong pemanfaatannya secara lebih luas.

“Penguatan literasi dan inklusi keuangan syariah diharapkan dapat memperluas akses masyarakat sekaligus mendukung pengembangan ekonomi berbasis syariah di daerah,” beber Agus Muntholib.

Baca Juga: Pilihan Karier untuk Anak Muda Brebes, dari Dunia Kerja hingga Peluang di Industri Telekomunikasi

Editor : Latu Ratri Mubyarsah
bank syariah ojk ciayumajakuning