OJK Catat Penyaluran Kredit BPR di Ciayumajakuning Capai Rp 1,79 Triliun

Antara • Dipublikasikan Jumat, 25 September 2026 | 09:03 WIB
 
Ilustrasi usaha keramba jaring apung di Waduk Darma Kuningan. (Fathnur Rohman/Antara)
Ilustrasi usaha keramba jaring apung di Waduk Darma Kuningan. (Fathnur Rohman/Antara)

 

JawaPos.com - Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Cirebon mencatat penyaluran kredit Bank Perekonomian Rakyat (BPR) di wilayah Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan (Ciayumajakuning) mencapai Rp 1,79 triliun pada periode Januari hingga Juni 2026.

“Penyaluran kredit BPR tersebut tersebar pada sejumlah sektor ekonomi dengan porsi terbesar berasal dari sektor bukan lapangan usaha lainnya serta perdagangan besar dan eceran,” kata Kepala OJK Cirebon Agus Muntholib dilansir dari Antara di Cirebon.

Berdasar data OJK Cirebon, sektor bukan lapangan usaha lainnya memiliki porsi 42,78 persen dari total penyaluran kredit BPR, sedangkan bidang perdagangan besar dan eceran mencapai 35,26 persen.

Baca Juga: Diskatan Kuningan Dampingi Petani Kembangkan Komoditas Ubi Jalar

Selain kedua sektor tersebut, kata dia, penyaluran kredit BPR tercatat pada sektor bukan lapangan usaha rumah tangga sebesar 8,23 persen, pertanian, perburuan, dan kehutanan 3,42 persen, serta jasa kemasyarakatan, sosial budaya, hiburan, dan perorangan lainnya 3,34 persen.

Agus Muntholib menyebutkan, dari sisi penggunaan, kredit konsumsi menjadi penyaluran terbesar dengan nilai Rp 917,23 miliar pada Juni 2026.

Angka tersebut, lanjut dia, turun 0,03 persen dibandingkan Mei 2026 dan 40,58 persen dibandingkan Juni 2025.

Baca Juga: Pertamina EP Jatibarang suplai 10.000 liter air bantu warga Indramayu

“Untuk kredit modal kerja tercatat Rp 826,68 miliar atau turun 1,62 persen secara bulanan dan 14,40 persen secara tahunan. Kredit investasi mencapai Rp 49,01 miliar atau meningkat 4,47 persen dibandingkan Mei 2026,” ungkap Agus Muntholib.

Agus mengatakan, total dana pihak ketiga (DPK) BPR di Ciayumajakuning pada Juni 2026, mencapai Rp1,85 triliun.

Nilai tersebut turun 5,24 persen secara bulanan dan 11,92 persen secara tahunan.

Dari sisi aset, lanjut dia, BPR di Ciayumajakuning mencatatkan nilai Rp 2,40 triliun pada Juni 2026.

Turun 8,81 persen secara tahunan serta 4,21 persen dibandingkan Mei 2026.

“Sementara rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) BPR di wilayah tersebut berada pada level 16,61 persen pada Juni 2026, turun 2,12 poin persentase dibandingkan Juni 2025,” tandas Agus Muntholib.

Baca Juga: Pilihan Karier untuk Anak Muda Brebes, dari Dunia Kerja hingga Peluang di Industri Telekomunikasi

Dia menambahkan di Jawa Barat, aset BPR Ciayumajakuning menyumbang 18,81 persen, penyaluran kredit 18,69 persen, dan DPK 20,33 persen dari total masing-masing indikator BPR di provinsi tersebut.

“Penyaluran kredit BPR Ciayumajakuning mencapai 18,69 persen dari total penyaluran kredit BPR di Jawa Barat pada Juni 2026,” ucap Agus Muntholib.

Editor : Latu Ratri Mubyarsah
kredit bpr ojk ciayumajakuning