JawaPos.com - Pemkot Cirebon menyebutkan, Pelabuhan Cirebon dapat melengkapi peran Pelabuhan Patimban dalam mendukung distribusi logistik dan perdagangan antarpulau. Sehingga pengembangannya perlu mendapat perhatian dari pemerintah pusat.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Cirebon Iing Daiman mengatakan, pemerintah daerah telah menyampaikan masukan kepada pemerintah pusat agar pengembangan Pelabuhan Cirebon turut menjadi perhatian seiring berkembangnya Pelabuhan Patimban.
"Harapannya Pelabuhan Cirebon bisa kembali dioptimalkan, bukan sebagai pesaing Patimban, tetapi saling menguatkan, termasuk apabila nantinya berperan sebagai pelabuhan pendukung atau feeder,” kata Iing Daiman dilansir dari Antara.
Baca Juga: Diskatan Kuningan pastikan kuota pupuk subsidi cukupi kebutuhan petani
Usul itu telah disampaikan kepada pemerintah pusat melalui kementerian terkait maupun saat kunjungan kerja Komisi V DPR RI ke Kota Cirebon pada 18 Juni 2026. Menurut dia, Pelabuhan Cirebon memiliki nilai historis, karena sejak lama menjadi salah satu simpul perdagangan antarpulau di wilayah utara Pulau Jawa.
“Pelabuhan Cirebon memiliki sejarah yang panjang sehingga pengembangannya juga perlu mendapat perhatian,” tutur Iing Daiman.
Iing menjelaskan, meski pengelolaan pelabuhan berada di bawah kewenangan pemerintah pusat, pemerintah daerah tetap memberikan masukan sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan konektivitas kawasan. Dia mengatakan, respons Komisi V DPR RI terhadap usul tersebut cukup positif, termasuk terhadap gagasan mengoptimalkan kembali fungsi Pelabuhan Cirebon.
Baca Juga: Pemkab Cirebon Berlakukan Siaga Darurat Kekeringan hingga September
“Komisi V pada prinsipnya mendukung agar Pelabuhan Cirebon dapat kembali dioptimalkan, bukan untuk bersaing dengan Patimban, melainkan saling melengkapi,” beber Iing Daiman.
Dia menambahkan salah satu aktivitas yang telah berjalan ialah pemanfaatan Pelabuhan Cirebon oleh Perum Bulog, untuk mendukung pengiriman komoditas beras ke luar Pulau Jawa.
“Salah satu yang sudah dilaksanakan adalah Bulog sekarang sudah melalui apa, Pelabuhan Cirebon untuk penyebaran, pengiriman komoditi beras ke luar Pulau Jawa,” ucap Iing Daiman.
Berdasar data PT Pelabuhan Tanjung Priok (PTP) Nonpetikemas Cabang Cirebon, arus barang (throughput) di Pelabuhan Cirebon hingga April 2026 mencapai sekitar 1,35 juta ton. Angka itu meningkat sekitar 397 ribu ton dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat sekitar 1,06 juta ton.
Data tersebut menunjukkan pelabuhan tersebut melayani berbagai komoditas, antara lain batu bara, jagung, pasir kuarsa, semen curah, gypsum, laterite, copper slag, minyak sawit, aspal, tepung, serta komoditas beras.
Editor : Latu Ratri Mubyarsah