JawaPos.com - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Cirebon memfokuskan program pengelolaan limbah cangkang kerang hijau menjadi bahan pendukung sektor pertanian. Hal itu sebagai upaya mengurangi pencemaran lingkungan di kawasan pesisir.
Kepala DLH Kabupaten Cirebon Dede Sudiono mengatakan, sedang menghitung kebutuhan anggaran untuk mendukung pengelolaan limbah itu dari hulu hingga hilir. Perencanaan anggaran itu mencakup kebutuhan pengangkutan, pengolahan, hingga produksi agar limbah kerang hijau dapat dimanfaatkan secara optimal dan tidak lagi menumpuk di lingkungan pesisir.
“Cangkang kerang hijau memiliki potensi untuk diolah menjadi tepung yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan pembenahan tanah pada lahan pertanian,” kata Dede Sudiono dilansir dari Antara.
Baca Juga: Pemkab Kuningan Sebut Seren Taun Jadi Simbol Persatuan Keberagaman
Dia menjelaskan, hasil kajian yang dilakukan menunjukkan tepung kerang hijau mampu membantu meningkatkan tingkat keasaman tanah. Selama ini, hal itu menjadi salah satu kendala produktivitas pertanian.
Menurut dia, rata-rata pH tanah di Kabupaten Cirebon berada di kisaran 5, sedangkan penggunaan tepung kerang hijau berpotensi meningkatkan pH hingga mendekati angka 6 yang lebih sesuai untuk mendukung pertumbuhan tanaman.
“Pemanfaatan limbah kerang hijau menjadi produk pendukung pertanian dapat memberikan manfaat ganda, karena selain mengurangi pencemaran lingkungan juga membuka peluang nilai tambah ekonomi,” ujar Dede Sudiono.
Baca Juga: Pemkab Cirebon Perkuat Deteksi Dini untuk Cegah KLB Penyakit
Oleh karena itu, pihaknya mengajak pelaku usaha kerang hijau ikut berperan dalam pengelolaan limbah dengan mendukung pembiayaan pengolahan agar program itu dapat berjalan secara berkelanjutan. Dia menambahkan keberhasilan pengelolaan limbah kerang hijau membutuhkan kolaborasi pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat agar manfaat ekonomi maupun lingkungan dapat dirasakan secara luas.
“Kami berharap limbah kerang hijau yang selama ini menjadi persoalan di kawasan pesisir, dapat diubah menjadi produk bernilai guna yang membantu meningkatkan kualitas lahan pertanian sekaligus mengurangi timbunan sampah,” ucap Dede Sudiono.
Editor : Latu Ratri Mubyarsah