JawaPos.com–Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cirebon mencatat volume sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kopiluhur meningkat sekitar lima persen setelah Lebaran 2026.
”Sekitar lima persen peningkatannya, dari rata-rata sampah yang masuk per hari sekitar 200 ton,” kata Kepala UPT TPA Kopiluhur DLH Kota Cirebon Entis Sutisna dilansir dari Antara di Cirebon.
Dia menyebutkan, peningkatan volume sampah di TPA Kopiluhur tersebut, terjadi setelah aktivitas masyarakat kembali normal usai libur Lebaran. Luas total lahan TPA Kopiluhur mencapai sekitar 14,2 hektare dengan sekitar delapan hektare di antaranya telah digunakan untuk penimbunan sampah.
Baca Juga: Pemkab Cirebon Lestarikan Nilai Sejarah lewat Ziarah Hari Jadi
Kondisi tersebut, kata dia, sempat membuat tumpukan sampah di area pembuangan terlihat menggunung menyerupai bukit. Namun, dalam beberapa hari terakhir, kondisi pengelolaan sampah di lokasi tersebut mulai terkendali setelah cuaca membaik.
”Sekarang kita sudah tidak buang di depan lagi. Sudah bisa ke jalan yang baru, jadi bisa buang ke bawah,” ujar Entis Sutisna.
Dia mengatakan, pembukaan akses pembuangan baru, memungkinkan petugas menipiskan tumpukan sampah yang sebelumnya menggunung di area lama. Proses pengurukan terus dilakukan, agar timbunan sampah tidak semakin meluas dan tetap terkendali.
Baca Juga: Astra Tol Cipali Sebut Kolaborasi Lintas Sektor Kunci Kelancaran Arus Mudik
”Pengurukan sudah sampai ke sini dan akan terus dilakukan karena memang harus ditutup,” terang Entis Sutisna.
Sekitar 200 kepala keluarga (KK) pemulung menggantungkan hidup dari memilah berbagai jenis limbah yang masih bernilai ekonomis di TPA Kopiluhur. Entis menilai keberadaan para pemulung turut membantu mengurangi beban sampah di TPA, terutama untuk material yang masih dapat didaur ulang seperti plastik.
”Dengan adanya pemulung sangat membantu kami di TPA untuk mengurangi sampah yang bernilai komersial,” urai Entis Sutisna.
Editor : Latu Ratri Mubyarsah