Kedisiplinan menjaga sholat juga memiliki dampak besar terhadap kualitas hidup. Selain memperkuat hubungan spiritual, sholat yang dilakukan secara konsisten mampu menumbuhkan ketenangan batin, mengatur ritme harian, serta membentuk karakter yang lebih sabar dan terarah.
Jadwal sholat berikut dilansir dari laman resmi Kementerian Agama Republik Indonesia.
Jadwal Sholat Sumedang pada Kamis, 19 Februari 2026
- Imsak: 04.26 WIB
- Subuh: 04.36 WIB
- Terbit: 05.50 WIB
- Duha: 06.18 WIB
- Zuhur: 12.06 WIB
- Asar: 15.15 WIB
- Magrib: 18.14 WIB
- Isya': 19.24 WIB
Dalil Al-Qur'an dan Hadis tentang Keutamaan Sholat
1. Salat Adalah Tiang Agama
Rasulullah SAW bersabda: "Pokok segala urusan adalah Islam, tiangnya adalah salat." (HR. Tirmidzi)
Hadis ini menggambarkan bahwa sholat merupakan penopang utama dalam ajaran Islam. Ibarat bangunan, jika tiangnya kokoh maka bangunan akan berdiri tegak. Namun jika sholat diabaikan, maka rapuh pula fondasi keimanan seseorang. Oleh karena itu, menjaga sholat berarti menjaga keseluruhan kualitas agama dalam diri.
2. Perintah Menjaga Sholat secara Konsisten
Allah SWT berfirman: "Peliharalah semua salat(mu), dan (peliharalah) salat wustha."
(QS. Al-Baqarah: 238)
Ayat ini memerintahkan umat Islam untuk tidak hanya melaksanakan sholat, tetapi juga menjaganya dengan penuh perhatian, baik dari segi waktu, tata cara, maupun kekhusyukan. Para ulama menafsirkan bahwa memelihara sholat mencakup kesungguhan dalam melaksanakannya secara berkesinambungan, bukan sekadar menggugurkan kewajiban.
3. Sholat Menjadi Cahaya bagi Kehidupan
Rasulullah SAW bersabda: "Salat adalah cahaya." (HR. Muslim)
Makna "cahaya" dalam hadis ini menunjukkan bahwa sholat memberi petunjuk, ketenangan, dan kekuatan moral bagi orang yang mengerjakannya. Sholat mampu menerangi hati dari kegelisahan, menuntun langkah dalam mengambil keputusan, serta menjaga seseorang dari kesalahan.
Dalam kehidupan sehari-hari, orang yang terbiasa menjaga sholat akan memiliki orientasi hidup yang lebih jelas karena selalu terhubung dengan nilai-nilai ketakwaan.
Editor : Candra Mega Sari