Cirebon Bae Lifestyle Viralpedia Wisata dan Kuliner

Diskatan Kuningan Catat Produksi Hortikultura Meningkat pada 2025

Antara • Sabtu, 3 Januari 2026 | 17:16 WIB
Komoditas cabai hasil panen di wilayah Kabupaten Kuningan. (Fathnur Rohman/Antara)
Komoditas cabai hasil panen di wilayah Kabupaten Kuningan. (Fathnur Rohman/Antara)

JawaPos.com–Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Diskatan) Kabupaten Kuningan mencatat produksi sejumlah komoditas hortikultura pada 2025 mengalami peningkatan dibandingkan tahun 2024. Hal itu seiring terjaganya keseimbangan antara pasokan serta kebutuhan masyarakat.

”Kinerja sektor hortikultura, menunjukkan perkembangan positif dan mampu menopang kebutuhan konsumsi, termasuk saat terjadi peningkatan permintaan pada momen tertentu,” kata Kepala Diskatan Kuningan Wahyu Hidayah seperti dilansir dari Antara di Kuningan, Jumat (3/1).

Dia menjelaskan, produksi cabai rawit pada 2025 tercatat sebanyak 995 ton, meningkat dibandingkan capaian 2024 yang sebesar 928 ton. Kenaikan terjadi pula pada cabai keriting yang mencapai 227 ton dari sebelumnya 140 ton.

Selain itu, dia mengatakan komoditas tomat mencatat lonjakan produksi dari 518 ton pada 2024 menjadi 795 ton pada 2025. Peningkatan serupa terjadi pada produksi komoditas kentang di Kabupaten Kuningan yang naik dari 116 ton menjadi 338 ton.

Diskatan mencatat, produksi kubis meningkat dari 1.527 ton menjadi 2.043 ton, serta wortel dari 207 ton menjadi 285 ton.

”Komoditas lainnya seperti kembang kol juta meningkat dari 73 ton menjadi 90 ton, serta sawi dari 2.312 ton menjadi 2.503 ton,” tutur Wahyu Hidayah.

Peningkatan produksi tersebut, sejalan dengan bertambahnya luas lahan tanam pada sejumlah komoditas strategis di daerahnya. Wahyu Hidayah merinci luas tanam cabai rawit tercatat meningkat dari 109 hektare menjadi 163 hektare, sedangkan cabai keriting bertambah dari 32 hektare menjadi 43 hektare.

”Untuk komoditas tomat, luas tanam naik dari 48 hektare menjadi 64 hektare. Adapun wortel bertambah dari 11 hektare menjadi 15 hektare, dan sawi dari 139 hektare menjadi 148 hektare,” terang Wahyu Hidayah.

Wahyu menilai capaian tersebut tidak terlepas dari penguatan program ketahanan pangan yang dijalankan pemerintah daerah. Salah satunya melalui Tanam di Halaman Mitra Sinergi Jaga Inflasi (Taman Masagi).

Program tersebut, lanjut dia, mendorong optimalisasi pemanfaatan pekarangan sebagai sumber pangan sekaligus instrumen pengendalian inflasi di daerah. Melalui program tersebut, pihaknya menyalurkan bantuan bibit, polybag, dan pupuk ke seluruh desa guna menambah pasokan sayuran, terutama komoditas yang harganya rentan berfluktuasi.

”Peran aktif masyarakat, khususnya Kelompok Wanita Tani (KWT), turut mendorong peningkatan produksi cabai melalui penanaman mandiri untuk kebutuhan rumah tangga maupun mendukung pasokan pasar lokal,” papar Wahyu Hidayah.

Pada sisi lain, Diskatan Kuningan mencatat adanya penurunan produksi pada sejumlah komoditas tertentu sepanjang 2025. Wahyu mengatakan produksi bawang daun tercatat 2.790 ton atau menurun dibandingkan 3.935 ton pada 2024, sedangkan bawang merah turun dari 3.761 ton menjadi 2.543 ton.

Wahyu menjelaskan, penurunan tersebut dipengaruhi kondisi kemarau basah yang menyebabkan curah hujan relatif tinggi sepanjang 2025.

”Kondisi tersebut meningkatkan risiko serangan penyakit tanaman, terutama pada komoditas bawang yang sensitif terhadap kelembapan,” ucap Wahyu Hidayah.

Editor : Latu Ratri Mubyarsah
#hortikultura #ketahanan pangan #kabupaten kuningan