JawaPos.com–Komisi III DPRD Kota Cirebon memastikan pelaksanaan program Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 di Kota Cirebon, berjalan baik. Saat ini program sekolah rakyat itu baru dua bulan beroperasi.
”Untuk memastikan pelaksanaan program ini, kami sudah melakukan peninjauan pada Kamis (2/10),” kata Ketua Komisi III DPRD Kota Cirebon Yusuf seperti dilansir dari Antara di Cirebon.
Dia mengatakan, hasil peninjauan menunjukkan pelaksanaan program Sekolah Rakyat, telah berjalan sesuai rencana pemerintah pusat. Pihaknya menilai proses rekrutmen guru, penerimaan siswa, dan penyusunan kurikulum sudah memenuhi ketentuan.
”Dari sisi infrastruktur, rekrutmen guru, dan siswa sudah cukup bagus meski program ini masih tahap rintisan,” ujar Yusuf.
Meski demikian, kata dia, Komisi III DPRD menemukan sejumlah catatan yang perlu segera diperbaiki, terutama terkait kelayakan sarana dan prasarana di lingkungan sekolah. Yusuf menyebut ruang asrama siswa menjadi salah satu perhatian utama, karena saat ini hanya tersedia dua ruangan untuk menampung sekitar 75 siswa. Kondisi tersebut dinilai belum ideal untuk mendukung kenyamanan belajar.
”Beberapa ruangan belum memenuhi standar, termasuk asrama. Idealnya satu ruangan tidak sampai kelebihan kapasitas,” tandas Yusuf.
Selain fasilitas, lanjut dia, Komisi III juga menyoroti pentingnya pengawasan yang lebih intensif terhadap siswa meski kamera pengawas (CCTV) sudah terpasang di setiap sudut ruangan.
Menurut dia, pihak sekolah harus memantau perkembangan siswa secara menyeluruh, baik dari aspek akademik maupun psikologis, mengingat latar belakang dan usia siswa yang beragam.
”Pengawasan terhadap siswa harus dilakukan secara berkelanjutan agar perkembangan mereka dapat diketahui secara real time oleh sekolah,” ungkap Yusuf.
Sementara itu, Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kota Cirebon Khaerunisa mengatakan, kegiatan pembelajaran di sekolah berjalan secara bertahap, karena masih dalam masa transisi. Saat ini terdapat 75 siswa, yang terbagi dalam dua rombongan belajar jenjang SMP dan satu rombongan belajar jenjang SD.
”Meskipun masih tahap rintisan dan bersifat sementara, kegiatan belajar tetap berjalan sebagaimana mestinya,” ucap Khaerunisa.
Editor : Latu Ratri Mubyarsah