JawaPos.com–Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Cirebon menjalin kolaborasi dengan PT Pelindo untuk mengembangkan kawasan wisata bahari di area Pelabuhan Cirebon.
Kepala Disbudpar Kota Cirebon Agus Sukmanjaya mengatakan, kawasan pelabuhan tersebut menyimpan potensi besar untuk menjadi destinasi wisata baru. Potensi tersebut meliputi wisata heritage, wisata perahu, hingga penyelenggaraan berbagai kegiatan bahari.
Atas dasar itu, pihaknya pun melakukan penandatangan perjanjian teknis kerja sama dengan perusahaan tersebut pada Rabu (10/9) di Balai Kota Cirebon.
”Kerja samanya salah satunya berupa pemanfaatan aset Pelindo untuk kegiatan budaya dan pariwisata,” kata Agus Sukmanjaya.
Agus menyampaikan kolaborasi ini merupakan tindak lanjut dari kesepakatan bersama, yang sebelumnya ditandatangani Wali Kota Cirebon dengan perusahaan tersebut.
”Disbudpar menindaklanjuti dengan perjanjian teknis terkait pengembangan kebudayaan dan pariwisata, khususnya di kawasan pelabuhan,” ujar Agus Sukmanjaya.
Dia menuturkan Pelabuhan Cirebon memiliki nilai sejarah yang penting karena sejak masa lalu, kawasan tersebut menjadi jalur utama transportasi antar negara dan antar pulau. Dengan demikian, pelabuhan ini punya banyak cerita yang bisa diangkat menjadi bagian sejarah terbentuknya Cirebon.
Selain itu, dia menyampaikan kawasan pelabuhan juga memiliki bangunan heritage yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan berskala besar. Salah satunya adalah Festival Komunitas Seni Media (FKSM) 2025, di mana Kota Cirebon ditunjuk sebagai tuan rumah penyelenggaraan ajang tersebut.
”Pada November 2025 selama dua minggu, Kota Cirebon akan menjadi tuan rumah FKSM. Acara ini akan menghadirkan talent nasional serta melibatkan komunitas seni dari Cirebon dan sekitarnya,” tutur Agus Sukmanjaya.
Dia memastikan rencana induk pengembangan kawasan wisata bahari di pelabuhan, diproyeksikan mencakup lahan seluas 3,5 hingga 4 hektare.
”Dengan adanya pengembangan ini, kami optimistis Kota Cirebon bisa sejajar bahkan lebih unggul dari kota-kota lain dalam sektor pariwisata,” ucap Agus Sukmanjaya.
Editor : Latu Ratri Mubyarsah