JawaPos.com–Dinas Koperasi UKM Perdagangan dan Perindustrian (DKUKMPP) Kota Cirebon menyebutkan Mal UKM yang mereka kelola menampung sebanyak 430 produk. Termasuk dari pelaku usaha luar daerah.
Kepala DKUKMPP Kota Cirebon Iing Daiman mengatakan, jumlah produk tersebut meningkat hampir dua kali lipat dibanding awal berdirinya Mal UKM yang hanya 210 pelaku usaha.
”Seluruh produk itu berasal dari Kota dan Kabupaten Cirebon, Indramayu, Majalengka dan Kuningan (Ciayumajakuning). Bahkan ada dari Pangandaran serta Jambi,” ujar seperti dilansir dari Antara.
Menurut dia, kehadiran produk dari luar daerah membuktikan Mal UKM Cirebon menjadi etalase bersama untuk memasarkan produk unggulan. Mulai dari kuliner, kerajinan, fesyen, hingga minuman khas seperti teh kulit kopi atau kaskara.
Iing menyebutkan lonjakan jumlah produk tersebut turut dipicu surat edaran Wali Kota Cirebon yang mengatur tata cara penerimaan tamu dinas, sehingga hampir semua kunjungan resmi diarahkan ke Mal UKM.
”Hampir setiap hari minimal ada tiga kabupaten/kota berkunjung. Pernah dalam satu pagi, pukul 09.00-12.00 WIB, kami menerima tamu dari sembilan daerah sekaligus,” kata Iing Daiman.
Dia menuturkan kunjungan pun tak hanya datang dari dalam negeri, karena ada beberapa pengusaha asal Jepang serta mahasiswa internasional pernah mendatangi Mal UKM Cirebon untuk melihat potensi produk lokal. Fasilitas ini juga difungsikan sebagai mini laboratorium pembelajaran bagi pelaku usaha, mahasiswa, dan peneliti yang tertarik mengkaji pengembangan UMKM.
”Mereka memberi masukan soal fasilitas workshop yang ternyata belum banyak diketahui masyarakat, sehingga perlu dipublikasikan lebih optimal,” ujar terang Iing Daiman.
Iing menilai keberadaan Mal UKM Cirebon sudah memberi dampak signifikan terhadap promosi dan penjualan produk. Sekaligus membuka jejaring pasar yang lebih luas untuk UMKM di Ciayumajakuning.
”Harapan kami, Mal UKM terus menjadi pusat promosi unggulan, sehingga UMKM Cirebon dan sekitarnya bisa berkembang hingga menjangkau pasar internasional,” ucap Iing Daiman.
Editor : Latu Ratri Mubyarsah