Cirebon Bae Lifestyle Viralpedia Wisata dan Kuliner

Mengenal Ragam Tempat Ibadah di Kota Cirebon: Simbol Keharmonisan dalam Keberagaman

Lania Monica • Sabtu, 19 April 2025 | 08:00 WIB
Masjid Agung Sang Cipta Rasa. (Dok. tripadvisor.co.id)
Masjid Agung Sang Cipta Rasa. (Dok. tripadvisor.co.id)

JawaPos.com - Kota Cirebon dikenal bukan hanya karena kuliner dan budayanya, tetapi juga karena keberagamannya yang terjaga. Di tengah kehidupan masyarakat yang dinamis, berdiri beragam tempat ibadah dari berbagai agama, menjadi simbol toleransi dan harmoni yang telah hidup sejak lama. Baik umat Muslim, Kristen, Katolik, Hindu, maupun Buddha bisa menemukan rumah ibadahnya dengan mudah di kota ini, menunjukkan wajah Cirebon yang terbuka dan menghargai perbedaan.

Dilansir dari Google Maps, berikut ini adalah beberapa tempat ibadah ikonik di Cirebon yang tidak hanya menjadi pusat kegiatan keagamaan, tetapi juga menyimpan nilai sejarah dan arsitektur yang menarik:

1. Masjid Agung Sang Cipta Rasa

Terletak di kompleks Keraton Kasepuhan, Jalan Keraton Kasepuhan, Kesepuhan, Lemahwungkuk, masjid ini dibangun pada abad ke-15 dan menjadi salah satu masjid tertua di Indonesia. Tidak ada tiket masuk, namun pengunjung diimbau menjaga kesucian tempat. Fasilitas berupa tempat wudhu luas, pelataran terbuka, dan arsitektur unik bergaya Hindu-Islam menjadikannya destinasi religius sekaligus historis.

2. Gereja Santo Yusuf Cirebon (Katolik)

Beralamat di Jl. Yos Sudarso No. 1, Lemahwungkuk, gereja ini berdiri sejak era kolonial Belanda dan tetap aktif hingga kini. Arsitekturnya klasik dengan ornamen kaca patri dan langit-langit tinggi. Tidak ada tiket masuk, dan kegiatan misa rutin diadakan terutama di akhir pekan. Gereja ini juga memiliki aula dan ruang kelas katekisasi.

3. GKI Pengampon (Gereja Kristen Indonesia)

GKI Pengampon berlokasi di Jl. Siliwangi No.66, Kejaksan, dan aktif menjadi pusat ibadah umat Kristen Protestan. Dengan desain bangunan modern namun sederhana, gereja ini memiliki ruang ibadah utama, aula, dan ruang aktivitas pemuda gereja. Tidak dipungut biaya masuk, dan kegiatan ibadah dijadwalkan rutin setiap Minggu.

4. Vihara Dewi Welas Asih (Wihara Talang)

Vihara tertua di Cirebon ini terletak di Jl. Winaon No. 1, Lemahwungkuk, dekat Pelabuhan Cirebon. Bangunan berwarna merah menyala ini didirikan pada abad ke-16, menjadi saksi keberadaan etnis Tionghoa yang telah lama menyatu dengan masyarakat lokal. Pengunjung tidak dikenakan tiket, dan fasilitas meliputi altar utama, tempat sembahyang, serta area meditasi.

5. Pura Agung Jati Dharma Loka

Pura ini menjadi pusat ibadah umat Hindu di Cirebon, terletak di kawasan Gronggong, tepatnya Jl. Raya Cirebon-Kuningan. Pura ini aktif digunakan saat Hari Raya Galungan dan Kuningan. Meski ukurannya tidak sebesar pura di Bali, tempat ini menjadi pusat spiritual penting. Pengunjung diperbolehkan datang dengan berpakaian sopan dan menjaga ketenangan.

Tempat-tempat ibadah ini bukan hanya ruang sakral bagi umat masing-masing, tapi juga cerminan sejarah panjang akulturasi dan toleransi antarbudaya di Cirebon. Mengunjungi tempat-tempat ini bukan hanya untuk beribadah, tapi juga bisa menjadi perjalanan spiritual dan kebudayaan yang mendalam. (*)

Editor : Siti Nur Qasanah
#cirebon #masjid #gereja #tempat ibadah