JawaPos.com–Pemerintah Kabupaten Cirebon melakukan peningkatan kualitas jalan, khususnya pada delapan ruas jalan strategis. Hal itu untuk mendukung kelancaran arus mudik dan balik Lebaran.
”Kami berusaha semaksimal mungkin agar kondisi jalan lebih baik sebelum arus mudik tiba, sehingga pemudik bisa melintas dengan aman dan nyaman,” kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Cirebon Iwan Rizky seperti dilansir dari Antara di Cirebon, Senin (17/3).
Dia menjelaskan, delapan ruas jalan yang kini sedang ditingkatkan kualitasnya terdiri atas jalur Sindanglaut-Pabuaran, Tegalgubug-Kaliwedi, Bunder-Susukan, Jamblang-Cikeduk, Kepompongan-Cirebon Girang, Mundu-Pamengkang, Kanci-Sindanglaut, dan Gebang-Waled.
Secara keseluruhan ada sekitar 180 kilometer jalan rusak di Kabupaten Cirebon yang harus segera diperbaiki. Iwan menyebutkan selain delapan ruas prioritas tersebut, terdapat 20 ruas jalan lain yang sering digunakan sebagai jalur alternatif pemudik.
”Perbaikan jalan dilakukan secara bertahap agar dapat selesai sebelum musim mudik. Kami menargetkan peningkatan dan pemeliharaan jalan ini dapat selesai secepat mungkin,” ujar Iwan Rizky.
Sementara itu, Bupati Cirebon Imron menyampaikan, perbaikan jalan ini menjadi prioritas tahunan, mengingat delapan jalur tersebut selalu digunakan pemudik. Tim dari DPUTR Kabupaten Cirebon, telah dikerahkan untuk menangani jalan-jalan yang mengalami kerusakan.
”Perbaikan akan mencakup peningkatan jalan sepanjang 400 meter, sementara sisanya menjalani proses pemeliharaan,” terang Imron.
Imron menuturkan, salah satu tantangan utama dalam perbaikan jalan adalah buruknya sistem drainase, akibat banyaknya bangunan yang berdiri di sepanjang jalan. Hal ini menyebabkan air menggenang dan mempercepat kerusakan jalan yang telah diperbaiki.
Bupati sudah memerintahkan kepala desa dan camat setempat, merapikan bangunan di pinggir jalan supaya bisa dibuat saluran drainase.
”Dengan perbaikan ini, diharapkan arus mudik dan balik Lebaran di Kabupaten Cirebon dapat berjalan lebih lancar tanpa kendala akibat infrastruktur jalan yang rusak,” ucap Imron.
Editor : Latu Ratri Mubyarsah