JawaPos.com–Pemerintah Kabupaten Cirebon mendorong peningkatan produktivitas jagung sebagai bagian dari program ketahanan pangan nasional. Pemkab menyediakan lahan seluas 250 hektare untuk ditanami komoditas tersebut.
”Upaya ini menjadi komitmen kami dalam mendukung program ketahanan pangan nasional yang dicanangkan Presiden RI Prabowo Subianto,” kata Wakil Bupati Cirebon Agus Kurniawan seperti dilansir dari Antara di Cirebon.
Dia mengatakan, Pemkab Cirebon saat ini sudah memprioritaskan peningkatan produksi jagung agar kebutuhan pangan daerah tercukupi. Sekaligus membantu para petani untuk memperoleh penghasilan lebih.
Pengembangan jagung di Cirebon, kata dia, saat ini sudah membuahkan hasil dengan dilaksanakannya panen di Desa Kedongdong Kidul. Petani menghasilkan sekitar 9 ton komoditas itu dari 1,5 hektare areal tanam.
Agus menyebutkan kalau dari proses awal penanaman hingga panen jagung, sudah melibatkan kelompok tani setempat.
”Panen raya jagung yang digagas Polresta Cirebon menjadi bagian dari strategi untuk meningkatkan hasil pertanian. Jagung yang dipanen di desa tersebut terdiri dari jenis pipil dan manis,” terang Agus Kurniawan.
Menurut dia, komoditas jagung di Cirebon tidak hanya dikonsumsi masyarakat, tetapi dapat digunakan sebagai pakan ternak. Dia menekankan pentingnya ketersediaan jagung bagi para peternak, terutama peternak ayam petelur yang sangat bergantung pada pasokan jagung.
”Dengan meningkatnya produktivitas, diharapkan para peternak tidak perlu mencari bahan pakan dari luar daerah,” tutur Agus Kurniawan.
Selain itu, lanjut dia, Pemkab Cirebon juga berupaya meningkatkan kesejahteraan petani dengan mendorong penerapan teknologi pertanian modern. Yakni untuk meningkatkan hasil panen serta efisiensi dalam proses budi daya jagung.
Sementara itu, Kapolresta Cirebon Kombespol Sumarni menambahkan, sebelum panen di Desa Kedondong Kidul, kegiatan serupa telah dilaksanakan di Karangwareng dengan luas lahan 4 hektare. Dia menilai program ketahanan pangan ini tidak hanya berfokus pada pemenuhan kebutuhan pangan, melainkan menciptakan peluang ekonomi bagi masyarakat lokal.
”Para petani diharapkan bisa mendapatkan harga jual yang lebih baik dengan hasil panen yang melimpah. Dengan adanya upaya peningkatan produktivitas jagung ini, kami bersama Pemkab Cirebon berharap ketahanan pangan semakin kuat,” tutur Sumarni.
Editor : Latu Ratri Mubyarsah