JawaPos.com–Pemerintah Kabupaten Cirebon melakukan normalisasi Sungai Cipager di Kecamatan Sumber paling lambat akhir Januari. Hal itu guna mengurangi potensi banjir yang mengancam wilayah tersebut.
Penjabat Bupati Cirebon Wahyu Mijaya mengatakan, normalisasi ini langkah mendesak agar aliran sungai tersebut mampu menampung debit air yang meningkat saat hujan deras terjadi. Pihaknya masih menunggu kondisi yang sesuai untuk melakukan normalisasi sungai tersebut.
”Kami segera melakukan normalisasi karena ini harus diantisipasi. Untuk itu, alat berat akan segera diturunkan,” kata Wahyu Mijaya seperti dilansir dari Antara.
Dia menjelaskan, sebelumnya langkah serupa dilakukan di Sungai Cisanggarung dan Ciberes. Hasilnya mengurangi potensi banjir di kawasan tersebut.
”Sebetulnya, kami sudah melakukan tindakan. Contohnya, di area Sungai Cisanggarung dan Ciberes, hasilnya cukup efektif dalam mengurangi potensi banjir,” ujar Wahyu Mijaya.
Saat ini, Pemkab Cirebon tengah melakukan inventarisasi titik-titik prioritas yang memerlukan penanganan karena terdampak banjir bandang pada Jumat (17/1) malam. Wahyu Mijaya menjelaskan, salah satu prioritas itu perbaikan dua jembatan motor yang bagian pinggirnya terkikis serta beberapa lokasi tembok penahan tanah (TPT) yang mengalami kerusakan.
Selain itu, lanjut Wahyu, sejumlah fasilitas mengalami kerusakan cukup berat. Termasuk pagar di salah satu pondok pesantren di Kecamatan Sumber yang ambruk.
“Kami sudah berkomunikasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk memastikan setiap pihak menangani sesuai kewenangannya,” tutur Wahyu Mijaya.
Meskipun insiden tersebut tidak menimbulkan korban jiwa, menurut dia, pemerintah daerah berkomitmen menangani dampak banjir bandang secara optimal. ”Langkah normalisasi Sungai Cipager dapat menjadi solusi jangka pendek untuk meminimalisasi risiko banjir di wilayah rawan,” ucap Wahyu Mijaya.
Berdasar data hasil asesmen BPBD Cirebon, terdapat 15 desa di 6 kecamatan terdampak banjir bandang. Data tersebut menunjukkan 10.820 jiwa menjadi korban terdampak banjir bandang. Selain itu, 136 warga mengungsi, namun sebagian besar sudah kembali ke rumah masing-masing.
Editor : Latu Ratri Mubyarsah