JawaPos.com–Wakil Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Christina Aryani meninjau pelaksanaan simulasi program makan bergizi gratis (MBG) di SD Negeri 1 Gembong Mekar, Kabupaten Cirebon.
”Jadi hari ini kita melakukan kegiatan simulasi MBG salah satu program dari Presiden Prabowo, yang juga saat ini tengah diujicobakan di berbagai daerah,” kata Christina Aryani seperti dilansir dari Antara di Cirebon, Senin (16/12).
Dia mengatakan, kegiatan simulasi MBG menjadi bagian dari rangkaian persiapan Migran Day, yang biasanya diperingati pada 18 Desember. Kabupaten Cirebon dipilih sebagai lokasi simulasi MBG, karena dianggap menjadi daerah strategis dalam mendukung upaya pemberdayaan keluarga pekerja migran.
”Kenapa kita memilih Cirebon, ini ada kaitannya juga dengan rangkaian kegiatan Migran Day, pada 18 Desember,” terang Christina Aryani.
Dia menilai program MBG bisa berperan penting dalam mendukung pertumbuhan anak-anak di Kabupaten Cirebon. Khususnya mereka yang ditinggal orang tua pergi ke luar negeri untuk menjadi pekerja migran.
Selain itu, lanjut dia, Kementerian P2MI juga memiliki program pemberdayaan bagi pekerja migran yang sudah kembali ke Tanah Air. Seperti pelatihan kewirausahaan untuk meningkatkan kemandirian ekonomi mereka.
”Kalau di kementerian kami, memiliki program pemberdayaan. Bagaimana yang sudah purna atau kembali ke Indonesia bisa berwirausaha,” ujar Christina Aryani.
Sementara itu, Penjabat Bupati Cirebon Wahyu Mijaya menyampaikan, simulasi program MBG kali ini, sudah mendapatkan sambutan positif dari masyarakat. Selain memenuhi kebutuhan gizi anak-anak, program ini dapat meningkatkan kesadaran orang tua mengenai pentingnya pola makan sehat bagi keluarga.
”Program MBG ini bertujuan untuk memberikan asupan gizi yang memadai kepada anak-anak, termasuk putra-putri pekerja migran,” terang Wahyu Mijaya.
Dia menuturkan, Kabupaten Cirebon merupakan salah satu daerah dengan jumlah pekerja migran yang cukup besar. Oleh karena itu, program seperti MBG dinilai sangat relevan untuk menjawab kebutuhan keluarga pekerja migran, terutama dalam memberikan jaminan kesejahteraan bagi anak-anak mereka.
Pemkab Cirebon berkomitmen memastikan pendidikan anak-anak pekerja migran berjalan dengan baik. Pemerintah desa juga diminta untuk memantau perkembangan mereka secara intensif agar tidak ada yang putus sekolah.
”Simulasi ini menjadi salah satu langkah konkret pemerintah untuk memastikan kehadiran negara di tengah masyarakat. Kebetulan makanan yang disiapkan, dibuat oleh ibu-ibu yang sudah purna sebagai pekerja migran,” tutur Wahyu Mijaya.
Wahyu menegaskan, perhatian terhadap anak-anak pekerja migran sangat penting. Sebab, mereka adalah generasi penerus yang perlu dibekali dengan pendidikan yang baik.
”Simulasi program ini tidak hanya menitikberatkan pada asupan gizi anak-anak, namun sebagai bentuk dukungan kepada keluarga pekerja migran agar merasa diperhatikan pemerintah,” ucap Wahyu Mijaya.
Editor : Latu Ratri Mubyarsah