Cirebon Bae Lifestyle Viralpedia Wisata dan Kuliner

Baznas Cirebon Optimalkan Penghimpunan Zakat melalui UPZ Desa

Antara • Rabu, 2 Oktober 2024 | 18:46 WIB
Pj Bupati Cirebon Wahyu Mijaya menghadiri kegiatan bimbingan teknis UPZ Baznas di Kantor BKPSDM Cirebon, Rabu (2/10). (Fathnur Rohman/Antara)
Pj Bupati Cirebon Wahyu Mijaya menghadiri kegiatan bimbingan teknis UPZ Baznas di Kantor BKPSDM Cirebon, Rabu (2/10). (Fathnur Rohman/Antara)

JawaPos.com–Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Cirebon mengoptimalkan penghimpunan zakat hingga Rp 270 miliar per tahun. Yakni melalui pembentukan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di setiap desa.

”Potensi ini dapat tercapai dengan pengelolaan zakat yang lebih baik dan terorganisir. Oleh karena itu, kami sedang membentuk UPZ di tingkat desa,” kata Ketua Baznas Kabupaten Cirebon KH Ahmad Zaeni Dahlan seperti dilansir dari Antara di Cirebon, Rabu (2/10).

Dia menjelaskan, berdasar kajian, potensi zakat di Kabupaten Cirebon relatif cukup besar yakni diperkirakan sekitar Rp 8 miliar dapat dihimpun dari setiap kecamatan. ”Penghimpunan zakat dengan nilai tersebut bisa dilakukan secara efektif dengan terbentuknya UPZ di setiap desa,” ujar KH Ahmad Zaeni Dahlan seperti dilansir dari Antara.

Dia menyebutkan, pembentukan UPZ saat ini baru terealisasi di 50 desa di empat kecamatan. Pihaknya menargetkan dapat menambah unit tersebut di 412 desa dan kelurahan se-Kabupaten Cirebon.

”Dengan terbentuknya UPZ di setiap desa, kami yakin pengumpulan zakat bisa lebih optimal, dan dana yang dihimpun bisa dimanfaatkan tepat sasaran,” tutur KH Ahmad Zaeni Dahlan.

Dia menyampaikan, para petugas UPZ juga sudah mendapatkan pembekalan secara intensif. Baznas Kabupaten Cirebon juga memperkenalkan metode penghimpunan zakat secara digital melalui sistem transfer rekening.

”Hal ini dilakukan untuk mempermudah proses pengumpulan maupun penyaluran zakat,” ujar KH Ahmad Zaeni Dahlan.

Zakat yang dikumpulkan, lanjut dia, nanti digunakan untuk mendanai berbagai program sosial yang bermanfaat langsung bagi masyarakat seperti bantuan perbaikan rumah tidak layak huni (rutilahu), pengentasan kemiskinan, dan bantuan pendidikan di Cirebon.

Baznas juga berupaya penyaluran zakat semakin efektif serta tepat sasaran melalui monitoring dan evaluasi yang ketat. ”Kami ingin memaksimalkan potensi zakat yang ada di seluruh wilayah Kabupaten Cirebon, sehingga manfaatnya bisa dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan,” tandas KH Ahmad Zaeni Dahlan.

 Sementara itu, Penjabat (Pj) Bupati Cirebon Wahyu Mijaya mengungkapkan potensi zakat di Provinsi Jawa Barat mencapai Rp 36 triliun, tetapi hingga saat ini baru Rp 6,5 triliun yang tercatat berhasil dihimpun.

Dia mendorong Baznas Kabupaten Cirebon ikut berkontribusi dalam pengumpulan zakat, terutama di daerahnya agar bisa disalurkan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.

”Selain untuk rutilahu dan bantuan lainnya, dana zakat bisa digunakan untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat miskin, beasiswa pendidikan, hingga bantuan kesehatan,” ujar Wahyu.

Editor : Latu Ratri Mubyarsah
#cirebon #zakat #UPZ #baznas