JawaPos.com – Masyarakat semakin resah dengan isu beredarnya beras palsu yang diduga dicampur plastik, resin sintetis, atau zat pemutih. Bagi keluarga Indonesia, ini bukan sekadar isu ringan. Selain bisa membahayakan kesehatan dalam jangka panjang, peredaran beras oplosan juga menimbulkan kerugian secara ekonomi serta mengikis kepercayaan terhadap produk lokal.
Yang bikin masalah ini makin pelik, tampilan beras oplosan kerap menyamar menyerupai beras asli. Warnanya bisa putih bersih, aromanya tidak mencurigakan, bahkan teksturnya saat dimasak pun tampak normal. Namun di balik penampilan itu, bisa tersembunyi kandungan bahan kimia berbahaya yang tak kasatmata.
Untungnya, ada beberapa cara sederhana yang bisa dilakukan di rumah untuk mengenali beras palsu tanpa perlu alat canggih. Mulai dari tes air hingga tes api, berikut lima metode yang bisa Anda coba, seperti dikutip dari greenmoksha.com dan tribuneindia.com:
1. Tes Air: Apakah Beras Mengapung?
Masukkan beras ke dalam gelas berisi air bersih. Beras asli akan tenggelam, sedangkan beras palsu yang mengandung plastik biasanya akan mengapung. Biarkan selama 2–3 menit untuk hasil yang lebih akurat.
2. Tes Api: Terbakar atau Meleleh?
Ambil satu sendok makan beras lalu bakar dengan korek atau lilin. Jika berbau hangus seperti bahan organik, kemungkinan itu beras asli. Tapi kalau aromanya mirip plastik terbakar dan teksturnya meleleh, besar kemungkinan itu beras oplosan.
3. Tes Minyak Panas: Bereaksi saat Digoreng?
Panaskan sedikit minyak dan masukkan beberapa butir beras. Beras palsu biasanya meleleh atau mengapung, sedangkan beras asli tetap keras dan tidak berubah bentuk.
4. Tes Jamur: Tidak Busuk? Harus Curiga!
Setelah dimasak, simpan sebagian nasi di suhu ruang dalam wadah tertutup selama dua hingga tiga hari. Jika tak muncul jamur atau bau asam seperti nasi basi, bisa jadi itu nasi dari beras oplosan yang mengandung bahan sintetis.
5. Tes Tumbuk: Hasilkan Tepung atau Butiran?
Tumbuk beberapa butir beras dengan ulekan atau penggiling manual. Bila hasilnya berupa tepung halus berwarna putih, kemungkinan beras itu asli. Tapi jika muncul serpihan kasar seperti plastik atau warna kekuningan, patut dicurigai.
Meski belum semua laporan soal beras plastik terbukti secara luas, konsumen sebaiknya tetap waspada. Pemeriksaan mandiri bisa menjadi langkah awal untuk menjaga keamanan pangan keluarga. Belilah beras dari toko terpercaya, periksa merek dan kemasannya, dan lakukan uji sederhana sebelum dijadikan bahan makanan rutin. Lebih baik mencegah daripada menyesal. (*)
Editor : Siti Nur Qasanah