Cirebon Bae Lifestyle Viralpedia Wisata dan Kuliner

Doxing Suporter Penyala Flare, Manajemen Persebaya Penen Kecaman!

Muhammad Rayhan Satria Aji • Sabtu, 8 Maret 2025 | 11:00 WIB
Penyalaan flare di laga Persebaya melawan Persib. (Riana Setiawan/Jawa Pos)
Penyalaan flare di laga Persebaya melawan Persib. (Riana Setiawan/Jawa Pos)

JawaPos.com - Persebaya Surabaya resmi mendapatkan sanksi sebesar Rp50 juta dari Komisi Disiplin PSSI. Hukuman tersebut didapat akibat adanya penyalaan flare oleh suporter ketika laga melawan Persib di Gelora Bung Tomo pada Sabtu (1/3).

Manajemen Persebaya Surabaya kemudian mengambil tindakan tegas terhadap suporter yang menyalakan flare pada pertandingan tersebut. Suporter itu dijatuhi hukuman larangan masuk stadion seumur hidup.

Hukuman barusan bukanlah satu-satunya yang diterima pelaku. Melalui akun media sosial Instagram @officialpersebaya, manajemen juga menyebarkan nama dan foto pelaku. Sayangnya, data pribadi seperti tanggal lahir dan alamat rumah suporter tersebut juga disebar.

Tindakan yang dilakukan manajemen Persebaya kemudian menimbulkan pro dan kontra. Sejumlah pihak merasa sanksi sosial yang diberikan cukup pantas agar menimbulkan efek jera.

Namun, tak jarang pula yang merasa apa yang dilakukan manajemen Persebaya berlebihan. Apalagi, tindakan menyebar data pribadi seperti alamat dan tanggal lahir dapat dikategorikan sebagai doxing dan masuk ke perbuatan kriminal.

Sejumlah pihak angkat bicara terkait hal ini, terutama dari kalangan suporter Persebaya itu sendiri atau dikenal sebagai Bonek. Salah satu yang memberikan kecaman adalah Andie Peci, seorang pentolan Bonek. Melalui akun X @Andie Peci, ia mengajak Manajemen Persebaya untuk mengadakan dialog atau debat terkait apa yang sudah mereka perbuat.

"Ajakan dialog atau debat terbuka kepada manajemen @persebayaupdate tentang statemen ini. Waktu dan tempat ikut, saya tunggu," tulisnya.

Beberapa akun X pendukung Persebaya juga menuliskan kecamannya.

"TIM PROFESIONAL. Sanksi pelarangan masuk stadion? Sepakat! Tapi dengan mbukak identitas pribadi iki sak temene koen nggilani!!!! @persebayaupdate," tulis sebuah akun X.

"Tapi caranya gak doxing gini juga @persebayaupdate PAYAH!," cuit akun lainnya.

"KAMU BODOH @persebayaupdate MENDOXING SUPPORTER SENDIRI!!!" tulis akun X lainnya lagi.

Kasus ini juga tak hanya jadi perhatian suporter Persebaya saja. Beberapa suporter tim lain juga turut menyampaikan pendapatnya.

Baca Juga: Azan Pitu, Seruan Tujuh Suara yang Menembus Zaman

"Bukan berpikir bahwa anak ini baru 19 tahun dan belum memiliki kontrol emosional yang baik dalam bertindak dan mengambil keputusan, atau berpikir bahwa kinerja panpel buruk karena bisa kecolongan flare, atau berpikir bahwa laga tersebut merupakan laga dengan tensi tinggi dan euforia kemenangan menjadi hal yang harus dibanggakan, atau sesimpel bahwa doxing itu merupakan hal yang salah," tulis akun yang diduga merupakan pendukung Persis Solo.

“Setelah Bandung, sekarang Surabaya. Hukumannya sama persis, hukuman seumur hidup & doxing pelaku. Kacau! Eh yang di Bandung gmn kabarnya skrg? Apa masih berlaku hukumannya?” tutur Frontline Boys Club, kelompok suporter Persib Bandung lewat akun @v_frontline_pc

“Arogan banget @persebayaupdate selain doxing wajah , identitas serta alamat lengkap pelaku juga diumbar secara umum. Sekriminal apa sih pelaku penyalaan flare? Bahkan tersangka kriminal pun ada undang-undang untuk tidak dibuka identitasnya secara utuh. Gila kalian!" sebut akun @RandyNteng, seorang jurnalis dan pengamat budaya sepak bola.

Tindakan doxing sendiri diatur pada Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) pasal 27 Ayat (4) bahwa setiap individu dilarang untuk mendistribusikan data pribadi seseorang dengan ditambah muatan yang berisi ancaman. Apalagi bila data pribadi yang disebarkan adalah milik orang lain yang dilakukan tanpa persetujuan dari orang tersebut.

Data pribadi memang menjadi hal yang sangat penting dalam kehidupan digital saat ini. Data yang bocor dapat disalahgunakan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung-jawab untuk melakukan kejahatan seperti akses ke media sosial, dokumen pribadi, hingga rekening tabungan. Apabila suporter yang disebarkan datanya tidak terima, bukan tak mungkin Manajemen Persebaya bisa mendapat tuntutan. (*)

Editor : Siti Nur Qasanah
#persib #flare #data pribadi #suporter #persebaya #Doxing