Cirebon Bae Lifestyle Viralpedia Wisata dan Kuliner

Jelang Lebaran 2025, Kemenpar RI Dukung Penurunan Harga Tiket Pesawat dan Luncurkan Kampanye Wisata

Fawwaz Ralli Perdana • Minggu, 2 Maret 2025 | 18:00 WIB
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri saat menghadiri peluncuran kampanye #MudikYuk dan #LebarandiJakartaAja di Jakarta, Sabtu (1/3/2025). (Dok. kemenpar.go.id)
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri saat menghadiri peluncuran kampanye #MudikYuk dan #LebarandiJakartaAja di Jakarta, Sabtu (1/3/2025). (Dok. kemenpar.go.id)

JawaPos.com - Pemerintah terus mengambil langkah strategis untuk memastikan kelancaran arus mudik dan meningkatkan daya tarik wisata selama musim libur Lebaran 2025. Menyikapi tingginya mobilitas masyarakat, pemerintah menyiapkan berbagai kebijakan untuk mempermudah akses transportasi, termasuk penurunan harga tiket pesawat domestik.

Selain infrastruktur transportasi, pemerintah juga membentuk posko terpadu lintas kementerian/lembaga (K/L) guna memastikan koordinasi yang efektif. Langkah ini mencakup pengawasan jalur darat, laut, dan udara serta upaya mengurai kepadatan lalu lintas di titik-titik krusial selama arus mudik.

Untuk mendukung kelancaran mudik, pemerintah juga memberikan diskon tarif tol di berbagai ruas jalan utama. Selain itu, program mudik gratis bagi 100.000 orang dengan moda transportasi bus, kereta api, dan kapal laut turut diluncurkan sebagai bentuk komitmen dalam memfasilitasi masyarakat.

Sebagai bagian dari upaya ini, pemerintah mengumumkan penurunan harga tiket pesawat domestik sebesar 13-14% selama periode mudik. Kebijakan ini berlaku untuk kelas ekonomi di seluruh rute domestik dengan periode perjalanan mulai 24 Maret hingga 7 April 2025. Masyarakat sudah bisa memesan tiket dengan harga diskon sejak 1 Maret 2025.

Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri menyambut baik kebijakan ini, yang dinilai dapat mendorong mobilitas masyarakat selama Ramadhan dan Lebaran. Dengan harga tiket pesawat yang lebih terjangkau, diharapkan lebih banyak masyarakat dapat melakukan perjalanan ke kampung halaman atau berwisata di berbagai destinasi di Indonesia.

“Kami berharap kebijakan ini akan meningkatkan pergerakan wisatawan nusantara, terutama di masa liburan Lebaran 1446 H. Dengan tiket pesawat lebih terjangkau, masyarakat dapat menikmati perjalanan mudik yang nyaman sekaligus mengeksplorasi berbagai destinasi wisata di Indonesia," ujar Widiyanti Putri, dikutip dari kemenpar.go.id pada 1 Maret 2025.

Selain insentif perjalanan, Kementerian Pariwisata Republik Indonesia (Kemenpar RI) meluncurkan kampanye wisata #MudikYuk dan #LebarandiJakartaAja. Kampanye ini bertujuan meningkatkan minat masyarakat untuk menjelajahi berbagai destinasi wisata selama libur Lebaran 2025, baik di kampung halaman maupun di ibu kota.

Melalui kampanye #MudikYuk, masyarakat diajak untuk mengeksplorasi destinasi wisata di sekitar kota asal mereka. Sementara itu, kampanye #LebarandiJakartaAja ditujukan bagi mereka yang memilih menghabiskan liburan di Jakarta dengan menikmati beragam atraksi wisata yang ditawarkan ibu kota.

Sebagai bagian dari kampanye ini, pemerintah bekerja sama dengan BUMN, asosiasi pariwisata, pelaku industri, dan dinas pariwisata. Paket wisata menarik dan promo khusus dapat diakses melalui media sosial Kemenpar RI, laman Indonesia.travel, serta melalui QR code yang tersedia di bandara, stasiun, dan pusat perbelanjaan.

Selain promosi destinasi wisata, Kemenpar RI juga berkolaborasi dengan pelaku industri untuk memberikan berbagai promo tambahan. Diskon tiket pesawat, promo hotel, serta paket wisata Lebaran disiapkan guna meningkatkan daya tarik wisatawan selama periode liburan.

Kemenpar RI juga mengapresiasi upaya penyedia jasa transportasi dalam meningkatkan kapasitas layanan. Penambahan jadwal kereta api, ekstra penerbangan, serta pembukaan rute domestik baru menjadi faktor pendukung dalam kelancaran arus mudik dan wisata.

Melalui berbagai kebijakan ini, diharapkan masyarakat dapat menikmati perjalanan mudik yang lebih lancar dan nyaman. Lebaran tahun ini bukan hanya menjadi momentum silaturahmi, tetapi juga peluang untuk meningkatkan pergerakan ekonomi, khususnya di sektor pariwisata.

Dengan adanya insentif perjalanan dan kampanye wisata, pemerintah optimistis bahwa target 1,08 miliar perjalanan wisatawan nusantara pada 2025 dapat tercapai. Langkah ini juga sejalan dengan program #DiIndonesiaAja dan Bangga Berwisata di Indonesia (BBWI) yang terus digaungkan oleh pemerintah. (*)

Editor : Siti Nur Qasanah
#wisata #arus mudik #transportasi #pemerintah #Penurunan Harga Tiket Pesawat #kemenpar #mudik #lebaran 2025