
JawaPos.com - Pemerintah Kota Cirebon mengarahkan anak muda dan talenta digital menghasilkan produk teknologi, seperti aplikasi dan gim, agar masyarakat tidak hanya menjadi pengguna platform digital.
Wali Kota Cirebon Effendi Edo mengatakan, daerahnya memiliki potensi sumber daya manusia untuk mengembangkan industri digital, didukung lebih dari 68 persen penduduk usia produktif yang didominasi generasi milenial dan Gen Z.
”Secara statistik, ini adalah angka yang luar biasa. Namun, fakta di lapangan sering memberikan kami sebuah otokritik. Tingginya penetrasi internet sering kali lebih banyak mencetak kita sebagai konsumen digital, bukan produsen,” kata Effendi Edo dilansir dari Antara.
Edo menyebutkan penetrasi internet di Kota Cirebon telah melampaui 80 persen. Namun, tingginya penggunaan internet belum sepenuhnya diikuti kemampuan masyarakat menghasilkan aplikasi, gim, dan platform digital sendiri.
Menurut Edo, pengembangan ekosistem digital perlu diarahkan pada penciptaan teknologi yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat, bukan hanya memperbanyak aplikasi tanpa memperhatikan manfaatnya.
”Membangun ekosistem digital yang sebenarnya adalah tentang mengubah cara berpikir bagaimana teknologi bisa benar-benar memecahkan masalah riil di masyarakat,” ujar Effendi Edo.
Dia mengatakan Kota Cirebon memiliki belasan ribu pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) serta industri kreatif yang membutuhkan dukungan teknologi untuk mengembangkan kegiatan usaha.
Oleh karena itu, kata dia, pemerintah daerah mendukung berbagai program dari Kementerian Ekonomi Kreatif sebagai wadah bagi anak muda dan talenta digital untuk meningkatkan kapasitas serta mengembangkan usaha rintisan berbasis teknologi.
Edo mengatakan, pemerintah daerah ingin mempertemukan talenta digital dengan akademisi, pelaku industri, dan komunitas agar mereka dapat membangun kolaborasi yang berkelanjutan.



