Sabtu, 18 Juli 2026
Logo

OJK Cirebon: Program Desa EKI di Situ Cipanten Masuk Tahap Inkubasi

Senin, 20 Apr 2026 | 18:52 WIB
Wisatawan di Situ Cipanten Majalengka. (Fathnur Rohman/Antara)
Wisatawan di Situ Cipanten Majalengka. (Fathnur Rohman/Antara)

 

JawaPos.com–Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Cirebon menyebutkan program Desa Ekosistem Keuangan Inklusif (Desa EKI) di kawasan wisata Situ Cipanten, Kabupaten Majalengka, telah memasuki tahap inkubasi yang ditetapkan pada April 2026.

Kepala Otoritas Jasa Keuangan Cirebon Agus Muntholib mengatakan, tahap tersebut merupakan kelanjutan dari fase pra-inkubasi yang dilaksanakan pada 2025. Pada tahap inkubasi, OJK bersama para pemangku kepentingan mendorong peningkatan kapasitas masyarakat sekaligus memperluas akses terhadap produk dan layanan keuangan formal.

”Program Desa EKI tidak berhenti pada pencanangan, tetapi harus berlanjut hingga memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” kata Agus Muntholib seperti dilansir dari Antara.

Menurut dia, masyarakat didorong tidak hanya memahami literasi keuangan. Tapi mampu memanfaatkan layanan keuangan untuk mengembangkan usaha dan meningkatkan kesejahteraan.

Agus menilai kawasan Situ Cipanten memiliki potensi strategis, sebagai pusat pertumbuhan ekonomi berbasis pariwisata. Penguatan program Desa EKI menjadi langkah strategis, dalam mendukung pengembangan pariwisata berkelanjutan di Situ Cipanten.

”Aktivitas ekonomi di kawasan tersebut, mulai dari pelaku UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) hingga sektor pendukung, memerlukan dukungan literasi dan akses keuangan yang memadai,” terang Agus Muntholib.

Sementara itu, Bupati Majalengka Eman Suherman mengapresiasi inisiatif OJK dalam memperkuat program Desa EKI di wilayahnya. Program tersebut sejalan dengan upaya pemerintah daerah, dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pengembangan ekonomi berbasis potensi lokal.

Bupati mendata, Situ Cipanten menjadi magnet utama tujuan wisata selama libur Lebaran 2026 dengan total 20.142 pengunjung.

”Oleh karenanya, kolaborasi antara pemerintah daerah, OJK melalui Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD), serta industri jasa keuangan sangat penting dalam membangun ekosistem ekonomi yang inklusif,” ungkap Eman Suherman.

Editor : Latu Ratri Mubyarsah
Bagikan:

Artikel Terkait

BIJB Kertajati Siap Layani 40 Kloter Pemberangkatan Haji 2026

BIJB Kertajati Siap Layani 40 Kloter Pemberangkatan Haji 2026

BIJB Kertajati di Majalengka menyatakan kesiapan penuh untuk melayani pemberangkatan haji 2026 yang jumlahnya sekitar 40 kelompok terbang (kloter)

Disperdagin Majalengka Optimalkan Retribusi Pasar Tingkatkan PAD

Disperdagin Majalengka Optimalkan Retribusi Pasar Tingkatkan PAD

Disperdagin Kabupaten Majalengka mengoptimalkan pemanfaatan kios di Pasar Kadipaten untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor retribusi

Pemkab Majalengka Pastikan Relokasi Warga Terdampak Tanah Bergerak

Pemkab Majalengka Pastikan Relokasi Warga Terdampak Tanah Bergerak

Pemkab Majalengka akan merelokasi warga terdampak bencana tanah bergerak guna menjamin keselamatan masyarakat

Berita Terkini

Populer

LogoGraha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Telepon / Fax:
021-53699659 / 021-5349207
Epaper
Akses EpaperBerlangganan Koran Jawa Pos Digitalhttps://digital.jawapos.com
Download Google PlayDownload App Store
© 2026 PT. Jawa Pos Grup Multimedia