BPBD Catat 25 Titik Longsor di Majalengka usai Lebaran

A
Penulis: Antara❯
Peristiwa longsor di Majalengka. (BPBD Majalengka/Antara)
Peristiwa longsor di Majalengka. (BPBD Majalengka/Antara)

 

JawaPos.com–Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Majalengka mencatat sedikitnya 25 titik longsor terjadi di wilayah selatan daerah itu. Hujan deras mengguyur kawasan tersebut pada Senin (23/3) malam atau usai Lebaran 2026.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Majalengka Agus Tamim mengatakan, puluhan titik longsor tersebut tersebar di 11 desa. Mayoritas kejadian berada di Kecamatan Lemahsugih.

”Setelah menerima laporan dari pemerintah desa dan relawan, kami langsung menerjunkan tim ke lapangan untuk melakukan kaji cepat,” kata Agus Tamim dilansir dari Antara.

Dia mengatakan pendataan terus dilakukan untuk memastikan jumlah titik terdampak, serta kebutuhan mendesak warga di lokasi bencana. Selain longsor, BPBD juga mencatat adanya kejadian pergerakan tanah di beberapa titik, banjir bandang di Desa Margajaya, serta satu rumah warga yang tersambar petir di Blok Pasir Cabe, Desa Sinargalih.

Menurut dia, wilayah selatan Majalengka memiliki tingkat kerawanan cukup tinggi terhadap bencana longsor, terutama ketika curah hujan meningkat dalam waktu lama. BPBD Majalengka telah berkoordinasi dengan aparat kecamatan, TNI-Polri, serta relawan untuk melakukan penanganan darurat di sejumlah lokasi terdampak.

Dia menjelaskan penanganan dilakukan berupa pembersihan material longsor, yang menutup akses jalan desa serta penyaluran bantuan bagi warga terdampak. Beberapa akses jalan desa sempat tertutup material longsor, sehingga aktivitas masyarakat terganggu.

Namun demikian, kata dia, hingga saat ini tidak ada laporan korban jiwa akibat rangkaian bencana tersebut. Tim gabungan dari BPBD, Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR), serta TNI-Polri melakukan penanganan di sejumlah titik menggunakan alat berat.

”Tim BPBD, Dinas PUTR dibantu TNI-Polri melakukan perbaikan di beberapa titik yang terkena longsoran dengan menggunakan alat berat, seperti di Jalan Ciranca dan ruas Padarek-Kalapadua,” ujar Agus Tamim.

BPBD memastikan akan terus memantau perkembangan situasi serta mengoptimalkan penanganan, guna meminimalkan dampak lanjutan bagi masyarakat.

Editor : Latu Ratri Mubyarsah

Artikel Terkait

Pertamina EP Jatibarang suplai 10.000 liter air bantu warga Indramayu

Pertamina EP Jatibarang suplai 10.000 liter air bantu warga Indramayu

PT Pertamina EP Jatibarang Field bersama BPBD Kabupaten Indramayu, menyuplai 10.000 liter air bersih untuk warga Desa Luwunggesik, Kecamatan Krangkeng, yang terdampak kekeringan musim kemarau

BPBD Cirebon Siagakan Unit Distribusi Air Bersih Hadapi Kekeringan

BPBD Cirebon Siagakan Unit Distribusi Air Bersih Hadapi Kekeringan

BPBD Kabupaten Cirebon menyiagakan unit distribusi air bersih untuk mengantisipasi dampak kekeringan yang berpotensi meluas di sembilan desa selama musim kemarau 2026

Pemkab Cirebon Berlakukan Siaga Darurat Kekeringan hingga September

Pemkab Cirebon Berlakukan Siaga Darurat Kekeringan hingga September

Pemkab Cirebon berlakukan status siaga darurat kekeringan hingga 30 September 2026, sebagai upaya memperkuat kesiapsiagaan menghadapi dampak musim kemarau

Berita Terkini

Populer