Sabtu, 18 Juli 2026
Logo

BPBD Majalengka Tangani 14 Peristiwa Bencana akibat Cuaca Ekstrem

Kamis, 12 Feb 2026 | 19:56 WIB
Personel BPBD dikerahkan menangani bencana longsor di Majalengka. (BPBD Majalengka/Antara)
Personel BPBD dikerahkan menangani bencana longsor di Majalengka. (BPBD Majalengka/Antara)

JawaPos.com–Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Majalengka menangani 14 kejadian bencana akibat cuaca ekstrem. Yakni hujan lebat disertai angin kencang yang melanda wilayah tersebut sejak Rabu (11/2) sore.


Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Majalengka Agus Tamim mengatakan, kejadian tersebut meliputi tanah longsor, banjir, dan dampak cuaca ekstrem lainnya yang tersebar pada enam kecamatan. Enam kecamatan terdampak yakni Maja, Argapura, Talaga, Lemahsugih, Kadipaten, dan Panyingkiran.

”Hingga saat ini tidak ada laporan korban jiwa,” kata Agus Tamim seperti dilansir dari Antara.

Dia menjelaskan, hujan turun merata di seluruh wilayah Majalengka, dengan kawasan selatan yang memiliki kontur perbukitan menjadi daerah paling banyak mengalami longsor. Personel BPBD bersama instansi terkait dikerahkan ke sejumlah lokasi terdampak bencana, untuk melakukan asesmen dan penanganan darurat.

Menurut dia, langkah yang dilakukan antara lain evakuasi warga terdampak serta pembersihan material longsor dan genangan banjir di sejumlah titik.

”Kami pun berkoordinasi dengan BBWS Cimanuk untuk memantau tinggi muka air di Bendung Rentang dan Bendung Kamun, guna mengantisipasi potensi luapan,” terang Agus Tamim.

Berdasar data sementara, kata dia, peristiwa bencana di Kabupaten Majalengka sempat mengganggu akses transportasi warga. Jalur provinsi Maja-Talaga di wilayah Cikebo, Majalengka, tidak dapat dilalui kendaraan selama sekitar satu jam akibat material longsor menutup bahu jalan.

”Sementara di Kecamatan Panyingkiran, banjir merendam dua desa yakni Bonang dan Leuwiseeng,” beber Agus Tamim.

BPBD mencatat sebanyak 65 rumah warga serta satu rumah ibadah terdampak genangan, meski sebagian besar air kini mulai berangsur surut. Agus mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di wilayah rawan bencana, agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana susulan karena cuaca ekstrem masih berpeluang terjadi.

”Kami mengimbau masyarakat untuk selalu mengikuti informasi resmi dari BPBD dan segera melaporkan apabila terjadi kondisi darurat,” tandas Agus Tamim.

Editor : Latu Ratri Mubyarsah
Bagikan:

Artikel Terkait

Pemkab Cirebon Berlakukan Siaga Darurat Kekeringan hingga September

Pemkab Cirebon Berlakukan Siaga Darurat Kekeringan hingga September

Pemkab Cirebon berlakukan status siaga darurat kekeringan hingga 30 September 2026, sebagai upaya memperkuat kesiapsiagaan menghadapi dampak musim kemarau

BPBD Catat 25 Titik Longsor di Majalengka usai Lebaran

BPBD Catat 25 Titik Longsor di Majalengka usai Lebaran

BPBD Kabupaten Majalengka mencatat sedikitnya 25 titik longsor terjadi di wilayah selatan daerah itu usai hujan deras mengguyur kawasan tersebut pada Senin (23/3) malam

BPBD Catat 242 Rumah Rusak Diterjang Angin Puting Beliung di Cirebon

BPBD Catat 242 Rumah Rusak Diterjang Angin Puting Beliung di Cirebon

BPBD Kabupaten Cirebon mencatat 242 unit rumah warga mengalami kerusakan akibat diterjang angin puting beliung yang melanda dua kecamatan pada Rabu (11/3) sore

Berita Terkini

Populer

LogoGraha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Telepon / Fax:
021-53699659 / 021-5349207
Epaper
Akses EpaperBerlangganan Koran Jawa Pos Digitalhttps://digital.jawapos.com
Download Google PlayDownload App Store
© 2026 PT. Jawa Pos Grup Multimedia