Sabtu, 18 Juli 2026
Logo

OJK Cirebon Catat Penyaluran Kredit Lawan Rentenir Capai Rp 12,73 Miliar

Senin, 24 Nov 2025 | 22:44 WIB
Kepala OJK Cirebon Agus Muntholib. (Fathnur Rohman/Antara)
Kepala OJK Cirebon Agus Muntholib. (Fathnur Rohman/Antara)

JawaPos.com–Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Cirebon menyebut penyaluran Kredit/Pembiayaan Melawan Rentenir (K/PMR) oleh Bank Perekonomian Rakyat (BPR) terus menunjukkan penguatan. Dengan outstanding mencapai Rp 12,73 miliar hingga November 2025.


Kepala OJK Cirebon Agus Muntholib mengatakan, pembiayaan tersebut diberikan kepada 940 pelaku usaha produktif, khususnya UMKM di Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan (Ciayumajakuning).

”K/PMR ini kami dorong sebagai upaya memberikan akses pembiayaan yang lebih sehat agar pelaku UMKM tidak lagi bergantung pada rentenir,” kata Agus seperti dilansir dari Antara di Cirebon.

Dia mengatakan program tersebut terbukti mampu meningkatkan kapasitas usaha kecil, karena skema kredit yang lebih ringan dan pengawasannya cukup ketat. Pertumbuhan K/PMR sejalan dengan membaiknya kinerja industri BPR di Ciayumajakuning selama Januari-November 2025 yang tercermin dari sejumlah indikator.

Dia menyampaikan penyaluran kredit BPR mengalami peningkatan 4,05 persen (year to date/YTD), sehingga total kredit mencapai Rp 2,08 triliun. Dalam waktu bersamaan, kualitas pembiayaan juga meningkat sebesar 1,98 persen secara YTD.

”Dari sisi aset, BPR mencatat pertumbuhan 0,35 persen (YTD) menjadi Rp 2,7 triliun,” ungkap Agus Muntholib.

Untuk penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) pun menunjukkan tren positif, yakni tumbuh 12,73 persen (YTD) hingga mencapai Rp 2,46 triliun. Agus menuturkan porsi kredit BPR Ciayumajakuning terhadap penyaluran di Jawa Barat mencapai 11,13 persen, sementara kontribusi DPK sebesar 14,24 persen dan aset 10,74 persen.

Dia menegaskan, OJK Cirebon terus memonitor penerapan ketentuan anti fraud, sebagaimana diatur dalam POJK Nomor 12 Tahun 2024 untuk memastikan industri BPR berjalan sehat.

”Selain itu, penguatan perlindungan konsumen dilakukan melalui kegiatan edukasi dan literasi. Hingga 21 November 2025, kami telah melaksanakan 215 kegiatan yang diikuti 40.956 peserta,” ucap Agus Muntholib.

Editor : Latu Ratri Mubyarsah
Bagikan:

Artikel Terkait

OJK Cirebon Tetapkan Lima Desa EKI Guna Perluas Inklusi Keuangan

OJK Cirebon Tetapkan Lima Desa EKI Guna Perluas Inklusi Keuangan

OJK Cirebon tetapkan lima Desa Ekosistem Keuangan Inklusif (Desa EKI) di Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan, guna memperluas literasi serta inklusi keuangan berbasis komunitas

OJK Cirebon: Program Desa EKI di Situ Cipanten Masuk Tahap Inkubasi

OJK Cirebon: Program Desa EKI di Situ Cipanten Masuk Tahap Inkubasi

Kantor OJK Cirebon menyebutkan program Desa Ekosistem Keuangan Inklusif (Desa EKI) di kawasan wisata Situ Cipanten, Kabupaten Majalengka, telah memasuki tahap inkubasi

OJK Sasar KNMP di Cirebon untuk Program Literasi Keuangan

OJK Sasar KNMP di Cirebon untuk Program Literasi Keuangan

Kantor OJK Cirebon menyasar Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Desa Gebang Mekar, Kabupaten Cirebon, sebagai lokasi penguatan literasi dan inklusi keuangan masyarakat pesisir

Berita Terkini

Populer

LogoGraha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Telepon / Fax:
021-53699659 / 021-5349207
Epaper
Akses EpaperBerlangganan Koran Jawa Pos Digitalhttps://digital.jawapos.com
Download Google PlayDownload App Store
© 2026 PT. Jawa Pos Grup Multimedia