Minggu, 19 Juli 2026
Logo

OJK Catat 368,58 Ribu Investor Pasar Modal di Ciayumajakuning

Senin, 24 Nov 2025 | 22:34 WIB
Warga menunjukkan portal informasi OJK terkait pasar modal di Cirebon. (Fathnur Rohman/Antara)
Warga menunjukkan portal informasi OJK terkait pasar modal di Cirebon. (Fathnur Rohman/Antara)

JawaPos.com–Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Cirebon mencatat jumlah investor pasar modal di wilayah Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan (Ciayumajakuning) hingga Agustus 2025 mencapai 368,58 ribu investor. Angka itu berdasar data Single Investor Identification (SID).


”Pencapaian tersebut menunjukkan pertumbuhan signifikan sebesar 21,69 persen secara tahunan (year on year/yoy),” kata Kepala OJK Cirebon Agus Muntholib seperti dilansir dari Antara di Cirebon, Senin (24/11).

Dia mengatakan, peningkatan jumlah investor tersebut, menandai semakin berkembangnya minat masyarakat untuk terlibat dalam aktivitas pasar modal. Peningkatan tersebut juga mengindikasikan, bertambahnya pemahaman masyarakat terkait instrumen investasi yang tersedia.

Menurut Agus, literasi yang membaik membuat masyarakat lebih percaya diri dalam mengambil keputusan investasi yang dianggap mampu memberikan imbal hasil menarik. Selain pertumbuhan jumlah investor, kata dia, kinerja transaksi di pasar modal wilayah Ciayumajakuning pun menunjukkan tren positif.

Pihaknya mencatat selama periode Januari-Agustus 2025, akumulasi nilai transaksi saham di Ciayumajakuning mencapai Rp 2,06 triliun.

”Nilai itu tersebut tumbuh 68,31 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya,” ujar Agus Muntholib.

Agus menilai kenaikan transaksi tersebut, mencerminkan adanya optimisme masyarakat terhadap kondisi ekonomi dan iklim investasi. Semakin mudahnya akses terhadap layanan investasi, khususnya di pasar modal, turut mendorong pertumbuhan aktivitas transaksi.

”Selain itu, edukasi yang dilakukan berbagai pihak termasuk OJK disebut memberikan kontribusi besar terhadap peningkatan partisipasi masyarakat,” terang Agus Muntholib.

Agus menyampaikan kenaikan indikator pasar modal di Ciayumajakuning merupakan hasil dari kerja kolaboratif antara regulator, pelaku industri, dan masyarakat. OJK akan terus mengawal perkembangan pasar modal melalui berbagai program edukasi dan pengawasan yang berkelanjutan.

”Momentum ini dapat dipertahankan agar pasar modal semakin inklusif dan berdaya saing,” ucap Agus Muntholib.


Artikel Terkait

OJK Cirebon Tetapkan Lima Desa EKI Guna Perluas Inklusi Keuangan

OJK Cirebon Tetapkan Lima Desa EKI Guna Perluas Inklusi Keuangan

OJK Cirebon tetapkan lima Desa Ekosistem Keuangan Inklusif (Desa EKI) di Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan, guna memperluas literasi serta inklusi keuangan berbasis komunitas

OJK Cirebon: Program Desa EKI di Situ Cipanten Masuk Tahap Inkubasi

OJK Cirebon: Program Desa EKI di Situ Cipanten Masuk Tahap Inkubasi

Kantor OJK Cirebon menyebutkan program Desa Ekosistem Keuangan Inklusif (Desa EKI) di kawasan wisata Situ Cipanten, Kabupaten Majalengka, telah memasuki tahap inkubasi

OJK Sasar KNMP di Cirebon untuk Program Literasi Keuangan

OJK Sasar KNMP di Cirebon untuk Program Literasi Keuangan

Kantor OJK Cirebon menyasar Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Desa Gebang Mekar, Kabupaten Cirebon, sebagai lokasi penguatan literasi dan inklusi keuangan masyarakat pesisir

Berita Terkini

Populer

LogoGraha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Telepon / Fax:
021-53699659 / 021-5349207
Epaper
Akses EpaperBerlangganan Koran Jawa Pos Digitalhttps://digital.jawapos.com
Download Google PlayDownload App Store
© 2026 PT. Jawa Pos Grup Multimedia