Rabu, 22 Juli 2026
Logo

Diskatan Kuningan Sebut Program SLT Dongkrak Produktivitas Padi

Rabu, 12 Nov 2025 | 08:09 WIB
Kondisi lahan sawah yang baru ditanam padi di Kuningan. (Fathnur Rohman/Antara)
Kondisi lahan sawah yang baru ditanam padi di Kuningan. (Fathnur Rohman/Antara)

JawaPos.com–Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Diskatan) Kabupaten Kuningan menyebut program sekolah lapang tematik (SLT) yang digelar rutin pada 2025 mendongkrak produktivitas padi di daerah tersebut.


”Melalui penerapan teknologi pertanian modern dan praktik berbasis lapangan, petani mampu menghasilkan panen di atas rata-rata daerah,” kata Kepala Diskatan Kabupaten Kuningan Wahyu Hidayah seperti dilansir dari Antara di Kuningan.

Dia menyebutkan program ini telah diterapkan di Desa Cipicung, Kuningan, pada lahan demplot padi yang ditanam varietas Inpari 49. Hasil panen mencapai 4,8 kg gabah per 2,5 meter persegi atau setara 7,68 ton per hektare.

Hasil tersebut, kata dia, lebih tinggi dibandingkan rata-rata produktivitas padi di Kuningan yang angkanya sekitar 6 ton per hektare. Peningkatan produktivitas tersebut merupakan hasil penerapan teknologi pertanian modern, yang dipelajari petani selama mengikuti SLT.

”Sedangkan kegiatan farm field day (FFD) merupakan puncak hasil pembelajaran petani peserta SLT yang telah mengikuti rangkaian praktik budidaya di berbagai wilayah,” ujar Wahyu Hidayah.

Berkat program ini, lanjut dia, petani mampu menerapkan teknik budidaya modern secara efisien seperti pengelolaan lahan, pemupukan berimbang, hingga pengendalian hama terpadu (PHT). Wahyu mencontohkan yakni hasil ubinan di Cipicung tetap tinggi, meskipun lahan tesebut sempat terserang hama penggerek batang padi (PBP).

Menurut dia, melalui pengendalian dini oleh petani dan petugas lapangan, serangan hama dapat ditekan sehingga hasil panen tetap optimal.

”Kalau tidak terserang hama, hasilnya bisa jauh lebih tinggi. Bahkan di beberapa titik lain, produktivitas bisa mencapai 10 sampai 12 ton per hektare,” beber Wahyu Hidayah.

Wahyu menilai keberhasilan di Cipicung, menunjukkan juga penggunaan pupuk organik cair (POC) dapat meningkatkan hasil panen serta menjaga kesuburan tanah dalam jangka panjang. Pihaknya berkomitmen memperluas pelaksanaan SLT ke lebih banyak kecamatan, agar petani dapat menerapkan teknologi pertanian berbasis praktik lapangan.

”Tujuan akhirnya adalah petani kita makin sejahtera dan ketahanan pangan daerah semakin kuat,” ucap Wahyu Hidayah.


Artikel Terkait

Diskatan Kuningan pastikan kuota pupuk subsidi cukupi kebutuhan petani

Diskatan Kuningan pastikan kuota pupuk subsidi cukupi kebutuhan petani

Diskatan Kabupaten Kuningan pastikan alokasi pupuk bersubsidi pada 2026 mencukupi kebutuhan petani yang telah dihitung berdasar indeks pertanaman selama satu tahun

DKPP Kabupaten Cirebon Libatkan KWT Jalankan Program ASRI 2026

DKPP Kabupaten Cirebon Libatkan KWT Jalankan Program ASRI 2026

DKPP Kabupaten Cirebon melibatkan kelompok wanita tani (KWT) dalam menjalankan Program Anggota Keluarga Sehat Pekarangan Lestari (ASRI) 2026 untuk memperkuat ketahanan pangan keluarga

DKP3 Cirebon Kembangkan Urban Farming Terpadu di Lahan Sempit

DKP3 Cirebon Kembangkan Urban Farming Terpadu di Lahan Sempit

DKP3 Kota Cirebon kembangkan program urban farming terpadu dengan mengombinasikan aktivitas budi daya tanaman, ayam petelur, serta perikanan di lahan sempit

Berita Terkini

Populer

LogoGraha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Telepon / Fax:
021-53699659 / 021-5349207
Epaper
Akses EpaperBerlangganan Koran Jawa Pos Digitalhttps://digital.jawapos.com
Download Google PlayDownload App Store
© 2026 PT. Jawa Pos Grup Multimedia