Minggu, 19 Juli 2026
Logo

DKPP Cirebon Usulkan Tiga Lokasi untuk Program KNMP

Jumat, 24 Okt 2025 | 13:29 WIB
Ilustrasi kawasan pesisir di Cirebon. (Fathnur Rohman/Antara)
Ilustrasi kawasan pesisir di Cirebon. (Fathnur Rohman/Antara)

JawaPos.com–Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Kabupaten Cirebon mengusulkan tiga desa pesisir untuk mengikuti program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) yang digagas Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) pada 2025-2026.


Kepala Bidang Perikanan Tangkap Pengolahan dan Pengawasan DKPP Cirebon Baihaqi mengatakan, untuk tahun ini telah mengusulkan Desa Gebang sebagai lokasi penerapan program tersebut. Saat ini, Desa Gebang di Kabupaten Cirebon menjadi satu dari 65 desa di Indonesia yang masuk daftar penerima program Kampung Nelayan 2025.

Dia menjelaskan, tim verifikasi dari KKP telah meninjau langsung lokasi calon pembangunan, untuk memastikan kesiapan infrastruktur dasar di kawasan pesisir Desa Gebang.

”Tim dari KKP sudah datang ke Gebang untuk meninjau kesiapan lahan dan fasilitas. Desa Gebang masuk program KNMP tahun ini,” kata Baihaqi seperti dilansir dari Antara.

Melalui program tersebut, kata dia, pemerintah pusat akan membangun kawasan terpadu yang menunjang seluruh aktivitas nelayan. Seperti tambatan perahu, balai nelayan, perbengkelan kapal, hingga rumah jaring dan cold storage.

Selain itu, dia menyampaikan, akan disediakan pula fasilitas penting lain seperti pabrik es dan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN) untuk memperlancar aktivitas melaut masyarakat pesisir.

”Program ini tidak menjadi upaya pemerintah pusat dalam memberdayakan nelayan agar lebih mandiri dan sejahtera,” ujar Baihaqi.

Selain Gebang, DKPP juga tengah mengajukan dua desa lain untuk mendapatkan program serupa pada 2026, yakni Desa Mertasinga dan Desa Mundupesisir. Kedua desa tersebut, saat ini masih dalam tahap pengajuan proposal dan menunggu proses verifikasi lapangan oleh tim KKP.

Namun, dia mengakui, tidak semua desa pesisir di Cirebon menyambut program ini dengan antusias. Beberapa di antaranya masih bersikap pasif dan belum memahami manfaat program KNMP. Pihaknya memperkirakan dari 24 hingga 26 desa pesisir yang ada di Kabupaten Cirebon, sebagian besar dinilai potensial untuk dikembangkan.

”Hanya saja, ada satu syarat utama dari KKP yang harus dipenuhi, yaitu 70 persen warga desa berprofesi sebagai nelayan,” ungkap Baihaqi.

Dia menekankan program KNMP merupakan bagian dari Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, dalam memperkuat ketahanan pangan nasional dan memberdayakan ekonomi maritim.

”Ini peluang besar bagi masyarakat pesisir. Kalau kita siap dari sekarang, bukan tidak mungkin Cirebon akan menjadi salah satu sentra Kampung Nelayan terbesar di Jawa Barat,” ucap Baihaqi.


Artikel Terkait

DKPP Kabupaten Cirebon Libatkan KWT Jalankan Program ASRI 2026

DKPP Kabupaten Cirebon Libatkan KWT Jalankan Program ASRI 2026

DKPP Kabupaten Cirebon melibatkan kelompok wanita tani (KWT) dalam menjalankan Program Anggota Keluarga Sehat Pekarangan Lestari (ASRI) 2026 untuk memperkuat ketahanan pangan keluarga

Pemkab Cirebon Optimistis Produksi Garam Rakyat Capai 76 Ribu Ton

Pemkab Cirebon Optimistis Produksi Garam Rakyat Capai 76 Ribu Ton

DKPP Kabupaten Cirebon optimistis produksi garam rakyat tahun ini dapat mencapai sekitar 76 ribu ton. Cuaca musim kemarau saat ini menjadi kendala

Pemkab Cirebon Perkuat Deteksi Dini untuk Cegah KLB Penyakit

Pemkab Cirebon Perkuat Deteksi Dini untuk Cegah KLB Penyakit

Pemkab Cirebon perkuat sistem deteksi dini penyakit dengan mengoptimalkan peran puskesmas dan kader kesehatan guna mencegah potensi wabah maupun lonjakan kasus menjadi Kejadian Luar Biasa

Berita Terkini

Populer

LogoGraha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Telepon / Fax:
021-53699659 / 021-5349207
Epaper
Akses EpaperBerlangganan Koran Jawa Pos Digitalhttps://digital.jawapos.com
Download Google PlayDownload App Store
© 2026 PT. Jawa Pos Grup Multimedia