Sabtu, 18 Juli 2026
Logo

OJK Layani 1.235 Konsultasi Jasa Keuangan, Catat Transaksi Saham di Ciayumajakuning Naik 131 Persen

Jumat, 19 Sep 2025 | 22:19 WIB
Kepala OJK Cirebon Agus Muntholib (tengah). (Fathnur Rohman/Antara)
Kepala OJK Cirebon Agus Muntholib (tengah). (Fathnur Rohman/Antara)

JawaPos.com–Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Cirebon telah melayani 1.235 konsultasi dan pengaduan masyarakat terkait sektor jasa keuangan di wilayah Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan (Ciayumajakuning), sepanjang Januari hingga Agustus 2025.


Kepala OJK Cirebon Agus Muntholib mengatakan, pelayanan tersebut dilakukan melalui berbagai kanal untuk memudahkan masyarakat dalam menyampaikan masalah maupun permintaan informasi.

”Dari total laporan, sebanyak 955 konsultasi dilakukan melalui layanan tatap muka atau walk in di kantor OJK Cirebon," kata Agus seperti dilansir dari Antara di Cirebon, Jumat (19/9).

Dia menyebutkan sebanyak 91 aduan disampaikan melalui sambungan telepon, serta 189 pengaduan lain diterima lewat Aplikasi Portal Perlindungan Konsumen (APPK). Mayoritas aduan masyarakat, berasal dari sektor financial technology (fintech) dengan jumlah 396 laporan.

”Pengaduan terhadap bank umum tercatat mencapai 368 laporan, dan sisanya terkait layanan lainnya 178 pengaduan, perusahaan pembiayaan 138 laporan, serta entitas ilegal 55 laporan,” ujar Agus.

Menurut Agus, data tersebut mencerminkan masih tingginya kebutuhan masyarakat terhadap informasi serta penyelesaian sengketa di sektor jasa keuangan di Ciayumajakuning. OJK Cirebon berkomitmen memastikan perlindungan konsumen di sektor jasa keuangan berjalan optimal.

Selain menerima aduan, pihaknya pun memberikan layanan Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) bagi masyarakat yang membutuhkan data riwayat kredit.

”Hingga Agustus 2025, tercatat sudah ada 7.299 permintaan layanan SLIK yang kami tindak lanjuti,” terang Agus.

Dia menuturkan layanan tersebut penting untuk mendukung transparansi serta meningkatkan literasi keuangan masyarakat, agar lebih bijak dalam menggunakan produk jasa keuangan.

”Kami mengimbau masyarakat untuk selalu memastikan produk jasa keuangan yang digunakan legal dan terdaftar di OJK agar terhindar dari risiko kerugian,” ucap Agus.

OJK Cirebon mencatat nilai transaksi saham di wilayah Ciayumajakuning mencapai Rp 2,39 triliun selama Januari-Juli 2025. Angka itu naik 131 persen dibanding tahun sebelumnya.

Kepala OJK Cirebon Agus Muntholib mengatakan, pertumbuhan signifikan ini, menjadi indikator meningkatnya optimisme masyarakat di Ciayumajakuning terhadap investasi pada pasar modal.

”Seluruh peningkatan indikator mencerminkan literasi masyarakat tentang pasar modal semakin baik, disertai optimisme yang lebih tinggi untuk berinvestasi,” ungkap Agus.

Selain transaksi saham, dia menyampaikan penjualan melalui Agen Penjual Reksa Dana (APERD) di Ciayumajakuning juga meningkat tajam dengan nilai mencapai Rp 315,48 miliar per Juli 2025. Jika dibandingkan periode sama tahun lalu, capaian penjualan reksa dana tersebut tumbuh 84,76 persen secara tahunan (year on year/yoy).

Menurut dia, pertumbuhan tersebut dipengaruhi semakin mudahnya akses produk investasi berbasis digital yang ditawarkan kepada masyarakat.

”Produk reksa dana semakin diminati karena mudah dijangkau dan dipahami masyarakat,” tutur Agus.

Dari sisi jumlah investor, OJK mencatat jumlah Single Investor Identification (SID) di Ciayumajakuning telah mencapai 341,11 ribu per Juli 2025. ”Jumlah itu tumbuh 12,83 persen dibanding Juli 2024. Peningkatan investor ini menurut OJK menjadi bukti bahwa kesadaran berinvestasi di masyarakat terus berkembang,” ungkap Agus.

Agus menyebut edukasi literasi keuangan yang rutin dilakukan juga ikut mendukung pertumbuhan tersebut, karena sosialisasi dari OJK menyasar sekolah, kampus serta komunitas di Ciayumajakuning. Pihaknya memastikan akan terus memperkuat program literasi dan inklusi keuangan, agar momentum positif pasar modal di Ciayumajakuning dapat terus berlanjut.

”Edukasi masif berperan penting meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap pasar modal,” ucap Agus.

Editor : Latu Ratri Mubyarsah
Bagikan:

Artikel Terkait

OJK Cirebon Tetapkan Lima Desa EKI Guna Perluas Inklusi Keuangan

OJK Cirebon Tetapkan Lima Desa EKI Guna Perluas Inklusi Keuangan

OJK Cirebon tetapkan lima Desa Ekosistem Keuangan Inklusif (Desa EKI) di Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan, guna memperluas literasi serta inklusi keuangan berbasis komunitas

OJK Cirebon: Program Desa EKI di Situ Cipanten Masuk Tahap Inkubasi

OJK Cirebon: Program Desa EKI di Situ Cipanten Masuk Tahap Inkubasi

Kantor OJK Cirebon menyebutkan program Desa Ekosistem Keuangan Inklusif (Desa EKI) di kawasan wisata Situ Cipanten, Kabupaten Majalengka, telah memasuki tahap inkubasi

OJK Sasar KNMP di Cirebon untuk Program Literasi Keuangan

OJK Sasar KNMP di Cirebon untuk Program Literasi Keuangan

Kantor OJK Cirebon menyasar Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Desa Gebang Mekar, Kabupaten Cirebon, sebagai lokasi penguatan literasi dan inklusi keuangan masyarakat pesisir

Berita Terkini

Populer

LogoGraha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Telepon / Fax:
021-53699659 / 021-5349207
Epaper
Akses EpaperBerlangganan Koran Jawa Pos Digitalhttps://digital.jawapos.com
Download Google PlayDownload App Store
© 2026 PT. Jawa Pos Grup Multimedia