Selasa, 21 Juli 2026
Logo

Pemkab Cirebon Upayakan 17 Ribu Nelayan Ikut Program Jamsostek

Sabtu, 13 Sep 2025 | 10:32 WIB
Ilustrasi suasana di Kampung Nelayan Cirebon. (Fathnur Rohman/Antara)
Ilustrasi suasana di Kampung Nelayan Cirebon. (Fathnur Rohman/Antara)

JawaPos.com–Pemerintah Kabupaten Cirebon mengupayakan seluruh nelayan di wilayahnya yang berjumlah sekitar 17 ribu jiwa bisa ikut program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (Jamsostek) untuk memberikan perlindungan kerja.


Wakil Bupati Cirebon Agus Kurniawan Budiman mengatakan, hingga saat ini baru 2.358 nelayan yang sudah tercatat sebagai peserta Jamsostek. Jumlah itu masih jauh dari total nelayan di daerahnya yang mencapai 17.900 orang.

”Ke depan kami bersama Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) akan memperbarui data agar seluruh nelayan bisa menjadi peserta program BPJS Ketenagakerjaan,” kata Agus Kurniawan Budiman seperti dilansir dari Antara.

Menurut dia, perlindungan jaminan sosial sangat penting bagi nelayan karena pekerjaan di laut memiliki risiko tinggi. Pemerintah daerah berkewajiban melindungi nelayan. Oleh karena itu, koordinasi dengan desa dan BPJS Ketenagakerjaan terus diperkuat untuk memperbarui data kepesertaan.

Agus memastikan iuran kepesertaan program ini ditanggung pemerintah daerah melalui Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT).

”Nelayan bisa melaut tanpa khawatir karena sudah ada jaminan. Kami akan berupaya maksimal agar seluruh nelayan mendapat perlindungan,” ujar Agus Kurniawan Budiman.

Lebih lanjut, dia menuturkan hingga pertengahan tahun anggaran 2025, dari total 17 ribuan nelayan baru sekitar 3.500 orang yang diverifikasi. Proses verifikasi ini menjadi langkah penting untuk menghindari tumpang tindih antara kepesertaan jaminan kesehatan dan jaminan ketenagakerjaan.

Pihaknya menargetkan seluruh nelayan yang ada di Kabupaten Cirebon bisa menjadi peserta Jamsostek, sehingga tidak ada lagi nelayan yang melaut tanpa perlindungan sosial.

”Perlindungan ini memungkinkan nelayan lebih fokus melaut. Program ini juga memberi ketenangan bagi keluarga mereka,” ucap Agus Kurniawan Budiman.


Artikel Terkait

Pemkab Cirebon Berlakukan Siaga Darurat Kekeringan hingga September

Pemkab Cirebon Berlakukan Siaga Darurat Kekeringan hingga September

Pemkab Cirebon berlakukan status siaga darurat kekeringan hingga 30 September 2026, sebagai upaya memperkuat kesiapsiagaan menghadapi dampak musim kemarau

Pemkab Cirebon Perbaiki 466 Unit RTLH di Sejumlah Desa pada 2026

Pemkab Cirebon Perbaiki 466 Unit RTLH di Sejumlah Desa pada 2026

Pemkab Cirebon menargetkan perbaikan 466 unit rumah tidak layak huni (RTLH) di sejumlah desa menjadi rumah layak huni pada 2026 melalui anggaran APBD

Pemkab Cirebon Pastikan Bantuan Pendidikan Sesuai Kondisi di Lapangan

Pemkab Cirebon Pastikan Bantuan Pendidikan Sesuai Kondisi di Lapangan

Pemkab Cirebon pastikan penyaluran bantuan pendidikan disusun berdasar kondisi kebutuhan di lapangan melalui mekanisme musyawarah bersama DPRD

Berita Terkini

Populer

LogoGraha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Telepon / Fax:
021-53699659 / 021-5349207
Epaper
Akses EpaperBerlangganan Koran Jawa Pos Digitalhttps://digital.jawapos.com
Download Google PlayDownload App Store
© 2026 PT. Jawa Pos Grup Multimedia