Pemkab Cirebon Catat Investasi Rp 2,25 Triliun hingga Agustus 2025

JawaPos.com–Pemerintah Kabupaten Cirebon mencatat realisasi investasi hingga Agustus 2025 mencapai Rp 2,25 triliun atau sekitar 65 persen dari target tahunan sebesar Rp 3,2 triliun.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Cirebon Hilmi Rivai mengatakan, capaian itu cukup tinggi, namun masih menyisakan pekerjaan rumah untuk benar-benar mencapai target investasi tahun ini.
”Hingga Agustus, investasi yang masuk sudah Rp2,25 triliun, setara 65 persen target,” kata Hilmi seperti dilansir dari Antara di Cirebon.
Dia menjelaskan mayoritas investasi di Kabupaten Cirebon masih ditopang pabrik alas kaki. Sebab, banyak investor serta pengusaha lokal yang mulai menanamkan modal melalui pembangunan pabrik baru maupun ekspansi kapasitas produksi.
Menurut dia, sektor ini menjadi motor penggerak investasi di Kabupaten Cirebon karena menyerap banyak tenaga kerja. Namun industri padat karya pun diklaimnya masih menunjukkan kinerja positif dalam penanaman modal.
Dia menilai Kabupaten Cirebon masih cukup menarik bagi investor, karena banyak sektor di daerah itu yang sangat potensial untuk dikembangkan.
”Kami optimistis bisa mengejar target Rp 3,2 triliun. Pemerintah daerah pun siap membantu investor yang berkomitmen menanamkan modal,” tutur Hilmi Rivai.
Lebih lanjut, dia mengatakan strategi jangka panjang perlu ditempuh agar investasi yang masuk tidak hanya mengejar kuantitas, melainkan juga kualitas. Termasuk kepastian lapangan kerja yang berkelanjutan.
Hilmi menyebut pemerintah daerah sudah mempercepat layanan perizinan, seperti pendampingan sejak tahap perencanaan hingga perizinan selesai.
Selain itu, pihaknya sudah mempercepat digitalisasi layanan perizinan, memperluas promosi sektor lainnya seperti pariwisata, pertanian modern, dan industri kreatif, serta memastikan investasi memberi dampak nyata bagi masyarakat.
”Tanpa pembenahan mendasar, realisasi investasi berpotensi hanya menjadi prestasi statistik yang tidak menyentuh kesejahteraan masyarakat,” ungkap Hilmi Rivai.






