OJK Catat BPR di Majalengka Bukukan Rp 11,5 Miliar dari Tabungan Ciremaiku

JawaPos.com–Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Cirebon menyebut Bank Perkreditan Rakyat (BPR) milik Pemerintah Kabupaten Majalengka berhasil membukukan nominal simpanan Rp 11,5 miliar dari produk Tabungan Ciremaiku.
”Angka ini setara dengan 34,15 persen dari akumulasi rekening program Satu Rekening Satu Pelajar (Kejar) di regional Cirebon, Indramayu, Majalengka dan Kuningan (Ciayumajakuning),” kata Kepala OJK Cirebon Agus Muntholib seperti dilansir dari Antara di Cirebon.
Dia mengatakan, jumlah tersebut berasal dari 1.426 rekening aktif milik pelajar hingga Juli 2025, yang menjadikan Tabungan Ciremaiku sebagai produk dengan capaian tertinggi di wilayah Ciayumajakuning.
Menurut dia, capaian tersebut menunjukkan komitmen BPR Majalengka dalam memperluas akses keuangan pelajar sekaligus meningkatkan literasi keuangan sejak dini melalui produk yang mudah dijangkau. Program Kejar menjadi salah satu strategi dari OJK, dalam mendorong inklusi keuangan di kalangan generasi muda dengan melibatkan peran aktif lembaga jasa keuangan daerah.
”Lewat Tabungan Ciremaiku, pelajar bisa belajar menabung secara rutin, mengenal lembaga keuangan, hingga mengembangkan kesadaran finansial secara mandiri,” ujar Agus Muntholib seperti dilansir dari Antara.
OJK Cirebon, kata dia, mengedukasi pelajar dan masyarakat luas mengenai pentingnya memahami kanal perlindungan konsumen agar terhindar dari praktik keuangan ilegal dan penipuan digital. Hingga 16 Juli 2025, pihaknya telah menerima 1.009 laporan konsultasi dan pengaduan dari masyarakat, dengan 47 laporan berasal dari Kabupaten Majalengka.
”Artinya, pemahaman terhadap hak dan saluran pengaduan juga masih harus terus diperluas,” tutur Agus Muntholib.
Dia menegaskan, kehadiran BPR sebagai lembaga keuangan yang dekat dengan masyarakat, memiliki peran strategis dalam membangun kepercayaan publik terhadap sistem keuangan formal.
Agus menyampaikan melalui peningkatan partisipasi pelajar, diharapkan akan terbentuk perilaku finansial yang sehat dan kemampuan mengendalikan diri dalam bertransaksi secara bijak.
”Ini penting agar generasi muda tidak mudah terjebak pada gaya hidup konsumtif, terutama di tengah kemudahan layanan digital,” tutur Agus Muntholib.
Lebih lanjut, dia mengatakan keberhasilan Tabungan Ciremaiku di Majalengka bisa menjadi contoh praktik baik bagi BPR lain di daerah. Terutama dalam mendukung target inklusi keuangan nasional.
”Program Kejar sendiri ditargetkan mendukung tercapainya inklusi keuangan sebesar 90 persen pada tahun 2026, dengan pelajar sebagai salah satu segmen prioritas,” ucap Agus Muntholib.






