Senin, 20 Juli 2026
Logo

Pemkot Cirebon Kembangkan Beras Ramah Lingkungan

Selasa, 22 Jul 2025 | 21:07 WIB
Ilustrasi panen raya padi di Kota Cirebon. (Pemkot Cirebon/Antara)
Ilustrasi panen raya padi di Kota Cirebon. (Pemkot Cirebon/Antara)

JawaPos.com–Pemerintah Kota Cirebon mengembangkan produksi beras ramah lingkungan. Itu dilakukan melalui program kemitraan antar kelompok tani lintas daerah sebagai upaya membangun pertanian berkelanjutan di wilayah perkotaan.


Kepala Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Cirebon Elmi Masruroh mengatakan, beras ramah lingkungan tersebut merupakan hasil kerja sama antara kelompok tani di Kelurahan Pegambiran dan kelompok tani dari Kabupaten Indramayu.

”Berasnya belum 100 persen organik, tapi sudah mulai mengurangi penggunaan pupuk kimia. Ini langkah awal menuju pertanian yang lebih sehat,” kata Elmi seperti dilansir dari Antara.

Menurut dia, lahan pertanian yang digunakan untuk menanam padi ramah lingkungan ini mencapai sekitar 7 hektare di wilayah Pegambiran, Kota Cirebon. Hasil panen dari lahan kerja sama tersebut dibawa ke Indramayu untuk proses penggilingan.

”Kini mulai dipasarkan ke masyarakat melalui Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar Pemkot Cirebon,” tutur Elmi Masruroh.

Elmi menyebutkan, produksi beras ramah lingkungan ini menjadi bukti kalau sektor pertanian di daerah perkotaan seperti Cirebon masih dapat dikembangkan, meskipun di tengah keterbatasan lahan.

Dia menuturkan jenis pupuk yang digunakan dalam proses budi daya ini telah bergeser dari pupuk kimia ke bahan-bahan organik. Hal ini diyakini mampu meningkatkan kualitas tanah sekaligus menjaga ekosistem pertanian.

”Jenis pupuk organik yang digunakan cukup beragam, dan berasal dari pengalaman kelompok tani dari Indramayu yang sudah lebih dulu menerapkan metode tersebut,” ujar Elmi Masruroh.

Dia menyampaikan, secara keseluruhan lahan sawah di Kota Cirebon yang tercatat oleh ATR/BPN seluas 93 hektare, dengan eksisting saat ini diperkirakan mencapai 110 hektare.

”Rata-rata produktivitasnya 5,2 hingga 5,3 ton gabah per hektare. Jika dikalikan dengan total lahan aktif dan dua kali panen dalam setahun, hasilnya cukup signifikan,” ungkap Elmi Masruroh.

Dia menambahkan, pengembangan beras ramah lingkungan ini juga bertujuan memperluas pilihan bahan pangan sehat bagi masyarakat, sekaligus meningkatkan nilai tambah bagi petani lokal.

”Pemkot Cirebon berkomitmen terus mendorong pertanian yang ramah lingkungan dan berkelanjutan, agar ketahanan pangan tetap terjaga sekaligus sehat untuk dikonsumsi,” ucap Elmi Masruroh.

Editor : Latu Ratri Mubyarsah
Bagikan:

Artikel Terkait

Distan Cirebon Jaga Produksi Beras Capai 300 Ribu Ton Per Tahun untuk Pertahankan Surplus Pangan

Distan Cirebon Jaga Produksi Beras Capai 300 Ribu Ton Per Tahun untuk Pertahankan Surplus Pangan

Distan Kabupaten Cirebon berupaya menjaga produksi beras tetap mencapai 300 ribu ton per tahun guna mempertahankan surplus pangan

Pemkab Kuningan Catat Produksi Padi 168.197 Ton hingga Mei 2026

Pemkab Kuningan Catat Produksi Padi 168.197 Ton hingga Mei 2026

Pemkab Kuningan catat produksi padi mencapai 168.197 ton hingga Mei 2026 sebagai hasil dari luas panen 27.478 hektare. Produktivitas rata-rata 61,21 kuintal gabah per hektare

Pemkab Kuningan Terapkan Pengendalian Hama Berbasis Ekosistem

Pemkab Kuningan Terapkan Pengendalian Hama Berbasis Ekosistem

Pemkab Kuningan terapkan pengendalian hama penggerek batang padi berbasis ekosistem untuk menekan potensi kehilangan hasil panen pada MT 2026 sejak fase awal pertumbuhan tanaman

Berita Terkini

Populer

LogoGraha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Telepon / Fax:
021-53699659 / 021-5349207
Epaper
Akses EpaperBerlangganan Koran Jawa Pos Digitalhttps://digital.jawapos.com
Download Google PlayDownload App Store
© 2026 PT. Jawa Pos Grup Multimedia