JawaPos.com - Saat penat dengan rutinitas sehari-hari, kadang yang dibutuhkan adalah pelarian sederhana yang tak menguras kantong. Situ Sedong, sebuah destinasi tersembunyi di Kabupaten Cirebon, menawarkan keindahan alam yang menenangkan sekaligus suasana damai yang mampu memulihkan semangat.
Situ Sedong merupakan sebuah danau buatan yang menawarkan panorama menenangkan dan sangat ideal untuk liburan bersama keluarga. Lokasinya berada di Sedong Lor, Kec. Sedong, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat.
Danau yang memiliki luas kurang lebih 150 hektar ini bukan hanya sebuah danau biasa, tetapi Situ Sedong juga digunakan sebagai waduk untuk pengairan pertanian masyarakat. Selain itu, terdapat nilai historis yang dimiliki oleh Situ Sedong, ditambah dengan pemandangan indah dari waduk yang menjadi kesukaan bagi masyarakat sekitar.
Danau buatan ini dibangun pada tahun 1918 ketika masa koloni Belanda dan mulai beroperasi pada tahun 1921. Pada tahun 1921, Situ Sedong mengalirkan air ke perkebunan tebu yang dimiliki oleh pabrik gula Sindanglaut dan akhirnya beralih fungsi untuk mengairi pertanian masyarakat sekitar.
Dengan latar belakang Gunung Ciremai yang menawan, Situ Sedong telah menjelma menjadi destinasi wisata yang populer, menarik minat baik wisatawan lokal maupun luar. Selain menikmati keindahan panorama alamnya, banyak pengunjung yang juga tergiur untuk menyalurkan hobi memancing di perairan danau ini
Selain memancing dan duduk-duduk santai di tepi danau, pengunjung juga bisa menyewa perahu atau wahana air lainnya untuk berkeliling sekitar Situ Sedong.
Dengan keindahan yang ada di Situ Sedong, pengunjung bisa mengambil foto-foto yang estetik. Waktu terbaik untuk mengambil foto adalah ketika pagi atau sore hari di mana langit terlihat begitu cerah dan Gunung Ciremai bisa terlihat cantik secara maksimal.
Dengan biaya masuk terjangkau sebesar Rp 5 ribu per orang, pengunjung dapat menikmati keindahan Situ Sedong setiap hari mulai pukul 10.00-22.00 WIB. Fasilitas yang tersedia pun cukup lengkap, meliputi area parkir yang luas, gazebo, toilet umum, dan sejumlah tempat kuliner.
Editor : Candra Mega Sari