JawaPos.com– Tahu gejrot adalah kuliner khas Cirebon yang mudah ditemukan di berbagai tempat, salah satunya dijual di pinggir jalan. Kuliner ini menawarkan perpaduan rasa pedas, asam, dan gurih yang unik dan menggugah selera.
Tahu gejrot diyakini diperkenalkan oleh orang Tionghoa sekitar abad ke-18. Pada saat itu, orang Tionghoa menjual kudapan lezat ini kepada para buruh dan pekerja di sekitar pelabuhan.
Tahu gejrot biasanya disajikan menggunakan tahu Sumedang yang memiliki tekstur khas yakni tidak terlalu padat. Tahu disajikan di atas piring kecil dari tanah liat dan disiram dengan kuah asam, manis, dan pedas, lalu disantap menggunakan tusuk gigi.
Asal usul nama "tahu gejrot" disebut memiliki beberapa versi cerita. Salah satunya menyebutkan bahwa nama ini berasal dari suara "jrot" yang muncul saat penjual menuangkan kuah ke atas tahu.
Sementara versi lain mengatakan bahwa nama "gejrot" muncul karena rasa pedas yang menggigit, mirip istilah "ngagejrot" atau "ngaguar" yang berarti pedas yang luar biasa.
(*)
Editor : Siti Nur Qasanah